Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Selasa (3/3/2026), melaporkan sedikitnya 30 ribu orang mengungsi di Lebanon sejak permusuhan antara Israel dan Hizbullah meningkat pekan ini. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah.
Militer Israel melancarkan serangan udara di Lebanon sejak Senin (2/3/2026) usai kelompok Hizbullah menembakkan roket ke Israel sehari sebelumnya. Aksi Hizbullah ini merupakan balasan atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026), yang sejauh ini telah menewaskan hampir 800 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
“Perkiraan konservatif menunjukkan bahwa hampir 30 ribu orang ditampung dan didaftarkan di tempat penampungan kolektif. Masih banyak lagi yang tidur di mobilnya di pinggir jalan atau masih terjebak kemacetan" kata juru bicara badan pengungsi PBB (UNHCR), Babar Baloch, dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss.
