Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pekerja tambang
ilustrasi pekerja tambang (unsplash.com/Pedro Henrique Santos)

Intinya sih...

  • 37 penambang tewas akibat keracunan karbon monoksida di Nigeria tengah

  • 25 orang lainnya dirawat di rumah sakit, sebagian besar tambang di Nigeria beroperasi secara ilegal

  • Kecelakaan tambang kerap terjadi di Afrika, termasuk kecelakaan tambang coltan Rubaya di Republik Demokratik Kongo (DRC)

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 37 penambang tewas akibat keracunan karbon monoksida di Nigeria tengah. Insiden ini terjadi di sebuah lubang tambang di Kampani, sebuah komunitas di wilayah Wase, negara bagian Plateau, pada Rabu (19/2/2026) pagi.

Menteri Pengembangan Mineral Padat Nigeria, Dele Alake, mengatakan bahwa lokasi itu merupakan bekas tambang timbal yang telah ditinggalkan dan menyimpan mineral yang rentan melepaskan gas beracun. Menurut penjelasannya, warga desa yang tidak menyadari sifat beracun dari emisi tersebut memasuki terowongan untuk mengekstraksi mineral, lalu menghirup gas berbahaya itu.

1. 25 orang lainnya juga dirawat di rumah sakit

ilustrasi area tambang (Fars Media Corporation, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Dilansir The Straits Times, temuan awal menunjukkan para korban, yang berusia 20-35 tahun, meninggal setelah menghirup karbon monoksida saat bekerja di bawah tanah. Sebanyak 25 penambang lainnya juga dirawat di rumah sakit akibat insiden itu.

Pasukan keamanan kini telah menutup lokasi tersebut untuk mencegah akses lebih lanjut. Pemerintah federal Nigeria juga memerintahkan penghentian segera seluruh aktivitas pertambangan di area sekitar lokasi kecelakaan guna memungkinkan dilakukannya penyelidikan menyeluruh.

2. Sebagian besar tambang di Nigeria beroperasi secara ilegal

ilustrasi tambang emas (unsplash.com/Albert Hyseni)

Negara bagian Plateau dikenal sebagai kawasan pertambangan bersejarah. Ibu kotanya, Jos, bahkan dijuluki sebagai Kota Timah, meskipun aktivitas pertambangan di wilayah itu telah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Dilansir Al Jazeera, penambangan ilegal masih menjadi persoalan serius di Nigeria, di mana kegiatan ekstraktif sering kali dilakukan tanpa pengawasan pemerintah maupun protokol keselamatan dasar.

Kecelakaan mematikan pun kerap terjadi di negara tersebut. Tahun lalu, sedikitnya 18 orang tewas setelah sebuah batu besar menghantam tambang ilegal di negara bagian Zamfara saat hujan lebat.

3. Kecelakaan tambang kerap terjadi di Afrika

ilustrasi pekerja tambang (unsplash.com/Marjan Taghipour)

Perburuan sumber daya mineral di benua Afrika masih dibayangi rangkaian bencana pertambangan yang berulang. Sejumlah tragedi terbaru kembali menyoroti bahaya yang terus mengintai, baik pada operasi legal maupun ilegal.

Bulan lalu, sekitar 200 orang dilaporkan tewas akibat runtuhnya tambang coltan Rubaya di bagian timur di Republik Demokratik Kongo (DRC) bagian timur. Tambang itu ambruk setelah diterjang tanah longsor.

Rubaya menyumbang sekitar 15 persen produksi coltan dunia. Mineral ini diolah menjadi tantalum, logam tahan panas yang banyak dibutuhkan industri telepon seluler, komputer, komponen ruang angkasa, dan turbin gas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team