Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Geng Bersenjata Bantai 32 Warga dan Bakar 3 Desa di Nigeria

tentara Nigeria
tentara Nigeria (Hussaina Muhammad (VOA), Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • Ratusan motor serbu desa, korban dipenggal.
  • Saksi mata melaporkan para bandit menyerbu masuk menggunakan lebih dari 200 sepeda motor.
  • Pasukan bermotor itu mengepung desa Tunga-Makeri sekitar pukul 03.00 waktu setempat.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Sekelompok pria bersenjata yang mengendarai sepeda motor melancarkan serangan brutal di tiga desa terpisah di wilayah Borgu, negara bagian Niger, Nigeria. Insiden berdarah pada Sabtu (14/2/2026) dini hari tersebut menewaskan sedikitnya 32 orang warga sipil. Polisi setempat mengonfirmasi serangan terjadi secara simultan saat fajar menyingsing, menargetkan komunitas Tunga-Makeri, Konkoso, dan Pissa.

Gerombolan penyerang tidak hanya menembaki penduduk secara membabi buta, tetapi juga membakar rumah-rumah dan menculik sejumlah orang yang jumlahnya belum dapat dipastikan. Juru bicara kepolisian Niger State, Wasiu Abiodun, menyatakan tim keamanan gabungan telah dikerahkan ke lokasi kejadian guna melakukan penilaian situasi.

1. Ratusan motor serbu desa, korban dipenggal

ilustrasi kelompok bersenjata. (unsplash.com/Randy Fath)
ilustrasi kelompok bersenjata. (unsplash.com/Randy Fath)

Saksi mata melaporkan para bandit menyerbu masuk menggunakan lebih dari 200 sepeda motor. Pasukan bermotor itu mengepung desa Tunga-Makeri sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Suara tembakan memecah keheningan pagi dan memicu kepanikan massal di tengah penduduk yang sedang terlelap.

Auwal Ibrahim, seorang warga yang selamat, menceritakan kengerian saat bandit memenggal enam orang dan membunuh warga lainnya yang mencoba melarikan diri. Gerombolan kriminal itu turut membakar toko-toko dan memaksa seluruh penduduk desa mengungsi ke wilayah aman karena ketakutan akan serangan susulan.

“Para bandit menyerbu kota kami sekitar pukul 03.00, mengendarai begitu banyak sepeda motor sambil menembak secara sporadis, memenggal enam orang dan membunuh lainnya,” ujar Ibrahim, dilansir The Guardian.

2. Kantor polisi dibakar, warga keluhkan absennya keamanan

sekelompok warga mengibarkan bendera Nigeria
sekelompok warga mengibarkan bendera Nigeria (unsplash.com/Salem Ochidi)

Serangan berlanjut ke desa Konkoso pada pukul 06.00 pagi waktu setempat. Saksi mata bernama Jeremiah Timothy menyebutkan setidaknya 26 orang tewas di lokasi ini saja setelah kantor polisi setempat dibakar oleh penyerang. Selain Konkoso, desa Pissa juga menjadi sasaran amuk massa bersenjata yang turut membakar pos polisi dan menewaskan satu orang warga.

Meskipun polisi mengonfirmasi adanya serangan, terdapat perbedaan angka korban yang dilaporkan. Warga menyebut 26 orang tewas di Konkoso, sementara organisasi kemanusiaan melaporkan angka kematian bisa mencapai 38 orang dengan kondisi mayat yang mengenaskan. Sebagian korban ditemukan tewas ditembak, sementara lainnya mengalami luka gorok di leher.

Kritik tajam muncul dari warga terkait lambatnya respons aparat keamanan dalam melindungi sipil. Para bandit disebut beroperasi bebas tanpa perlawanan berarti dari militer maupun polisi saat pembantaian berlangsung selama berjam-jam.

“Mereka beroperasi dengan leluasa tanpa kehadiran aparat keamanan apa pun,” kata Abdullahi Adamu, warga Konkoso, dilansir PBS News.

3. Nigeria dalam cengkeraman krisis keamanan dan tekanan AS

Tragedi di Niger State menambah daftar panjang kekerasan di wilayah utara Nigeria. Insiden terjadi tak lama setelah serangan mematikan di negara bagian tetangga, Kwara, yang menewaskan 162 orang pada awal bulan ini. Wilayah utara Nigeria memang tengah menghadapi krisis keamanan berlapis yang melibatkan militan Islam dan geng kriminal bersenjata yang kerap melakukan penculikan demi uang tebusan.

Pemerintah Nigeria kini berada di bawah pengawasan ketat pemerintah Amerika Serikat (AS). Washington menuduh otoritas Nigeria gagal melindungi warga Kristen, meskipun fakta di lapangan menunjukkan serangan berdampak pada komunitas Muslim dan Kristen tanpa pandang bulu.

Sebagai respons atas tuduhan dan eskalasi kekerasan, kedua negara telah menjalin kemitraan keamanan yang lebih erat. AS bahkan melancarkan serangan udara yang menargetkan kelompok bersenjata di wilayah Nigeria pada Desember lalu, serta menempatkan tim militer di negara Afrika Barat itu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia 16-19 Februari

16 Feb 2026, 10:17 WIBNews