Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi (Pexels.com/Musa Zanoun)
ilustrasi (Pexels.com/Musa Zanoun)

Jakarta, IDN Times - Gedung empat lantai di kota pelabuhan Marseille, Prancis, meledak pada Minggu (9/4/2023). Akibatnya, gedung itu runtuh dan laporan awal menyebut delapan orang hilang.

Proses pencarian dan upaya penyelamatan terus dilakukan. Dalam 24 jam pertama, dua mayat berhasil ditemukan dan pencarian untuk korban lainnya masih dilanjutkan. Pada Senin, petugas pemadam kebakaran (damkar) melaporkan telah menemukan dua mayat lagi.

Berikut ini adalah fakta-fakta rubuhnya gedung di Marseille tersebut.

1. Pengakuan para saksi

ilustrasi (Unsplash.com/Jeremy Bezanger)

Ledakan terjadi sekitar pukul 1.40 Minggu dini hari. Selain mereka yang tewas dan hilang, lima orang dari bangunan tetangga juga mengalami luka ringan.

Saveria Mosnier, yang tinggal di jalan dekat lokasi kejadian, sedang tertidur ketika peristiwa itu terjadi.

"Saya sedang tidur dan ada ledakan besar yang benar-benar mengguncang ruangan. Saya terkejut bangun seolah-olah saya telah bermimpi. Kami dengan sangat cepat mencium bau gas yang kuat yang berkeliaran. Kami masih bisa mencium baunya pagi ini," kata Mosnier, dikutip dari The Guardian.

Saksi lain bernama Gilles tinggal di dekat gedung yang roboh. Dia mengatakan ledakan itu sangat besar.

Saksi lain, Roland, berhasil menyelamatkan diri sebelum gedung benar-benar runtuh.

"Kami tidak punya apa-apa, bahkan KTP. Kami telah kehilangan segalanya," kata Roland yang berhasil keluar bersama istri dan dua anaknya.

2. Petugas temukan dua mayat dalam 24 jam

Ilustrasi petugas damkar. (Pixabay.com/fish96)

Lebih dari 100 petugas damkar dikerahkan ke lokasi kejadian. Hampir 200 warga dievakuasi dan 50 orang diminta untuk segera pindah. Sekitar 30 bangunan di sekitar gedung runtuh telah dikosongkan.

Dilansir France24, dalam 24 jam pertama sejak gedung runtuh, petugas berhasil menemukan dua mayat dari delapan orang yang hilang. Mereka kemudian melanjutkan operasi pencarian dan berusaha menemukan enam orang lainnya.

Wali kota Marseille Benoit Paya mengungkapkan belasungkawa atas kecelakaan tersebut.

"Semua layanan kota, serta negara bagian, saat ini masih berkomitmen penuh untuk melanjutkan pencarian (korban)", ujarnya.

3. Dua mayat lain kembali ditemukan

ilustrasi garis polisi (IDN Times/Mardya Shakti)

Operasi pencarian yang berlanjut hingga Senin akhirnya membuahkan hasil. Dua mayat lagi berhasil di angkat dari timbunan puing-puing. Dengan begitu, korban tewas diketahui menjadi empat orang.

Usai bertemu dengan tim penyelamat, Menteri Kota dan Perumahan Olivier Klein mengatakan, setidaknya empat orang tewas, dikutip dari Associated Press.

"Harapan untuk menemukan korban selamat masih ada. Ini adalah pekerjaan yang sangat teliti yang dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran," kata Klein.

4. Penyebab ledakan belum diketahui

Sejauh ini, belum ada kesimpulan tentang penyebab ledakan. Berdasarkan hasil investigasi awal, Jaksa Dominique Laurens mengatakan ledakan kemungkinan dipicu kebocoran gas. 

Ledakan itu juga membuat rusaknya dua blok yang ada di dekatnya. Gedung rusak dan runtuh sebagian beberapa jam kemudian, dilansir BBC.

Wali Kota Benoit Payan memperingatkan risiko bangunan runtuh di sekitar lokasi kejadian. Oleh karena itu, evakuasi segera dilakukan dan warga ditempatkan di gimnasium serta dua sekolah untuk menampungnya.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa perasaannya saat ini bersama para korban. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada petugas yang menjalankan tugasnya.

5. Petugas penyelamat terhalang api

ilustrasi (Unsplash.com/Benjamin Kerensa)

Tekad para petugas layanan darurat untuk melakukan pencarian tersendat oleh api yang membakar puing reruntuhan. Informasi itu disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin saat berkunjung ke lokasi kejadian.

Dilansir CNN, Darmanin juga menjelaskan bahwa para penyelamat khawatir dengan air pemadam yang bisa membayakan nyawa korban, yang kemungkinan masih selamat dan terkubur di reruntuhan.

Pemerintah Paris telah menyediakan dana 100 ribu euro atau sekitar Rp1,6 miliar untuk membantu para korban ledakan. Dana itu berasal dari otoritas regional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team