Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Negara Kecam Penembakan di Acara Gedung Putih yang Dihadiri Trump
ilustrasi penembakan (pexels.com/ClickerHappy)
  • Lima negara, termasuk Israel, India, Pakistan, Republik Dominika, dan Taiwan, mengecam keras penembakan di acara White House Correspondents Dinner yang dihadiri Presiden AS Donald Trump.
  • Para pemimpin dunia menyampaikan doa dan dukungan bagi keselamatan Trump serta menegaskan bahwa kekerasan tidak memiliki tempat dalam sistem demokrasi modern.
  • Pelaku bernama Cole Tomas Allen, guru asal California berusia 31 tahun, telah ditangkap dan dijadwalkan menjalani persidangan atas tuduhan penyerangan bersenjata terhadap petugas federal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebanyak lima negara di dunia mengecam peristiwa penembakan di acara White House Correspondents Dinner yang dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat atau Minggu (26/4/2026) pagi waktu Indonesia. 

Israel menjadi negara yang paling vokal mengecam aksi penembakan tersebut. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengaku terkejut ketika mendengar penembakan di acara White House Correspondents Dinner yang digelar di Hotel Washington Hilton, Washington DC. Netanyahu mendoakan agar Trump dan istrinya, Melania Trump, yang juga hadir dalam acara tersebut berada dalam keadaan baik. 

Senada dengan Netanyahu, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, juga turut mengecam penembakan di acara Gedung Putih. "Saya mengutuk sekeras-kerasnya insiden penembakan di acara makan malam Koresponden Gedung Putih yang dihadiri oleh Presiden (Donald) Trump," kata Sa'ar, seperti dilansir Jerusalem Post

1. India dan Pakistan juga mengecam penembakan di acara Gedung Putih

potret Perdana Menteri India, Narendra Modi (commons.wikimedia.org/Prime Minister's Office Government of India)

Selain Israel, India juga memberi kecaman terhadap peristiwa penembakan yang terjadi di acara Gedung Putih. Perdana Menteri India, Narendra Modi, dalam pernyataannya mengatakan upaya pembunuhan dengan cara melakukan penembakan massal sama sekali tidak bisa dibenarkan. 

“Saya menyampaikan harapan terbaik saya untuk keselamatan dan kesejahteraan mereka yang berkelanjutan. Kekerasan tidak memiliki tempat dalam demokrasi dan harus dikutuk tanpa syarat," tulis Modi di X.

Dalam kesempatan lain, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mendoakan agar insiden serupa tidak terjadi lagi di AS. Apalagi, sampai mengancam keamanan Trump. "Doa dan harapan saya menyertai beliau (Donald Trump). Saya berharap beliau tetap aman dan sehat," kata Sharif.

2. Republik Dominika dan Taiwan juga buka suara

Presiden Republik Dominika, Luis Abinader, sedang berpidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (commons.wikimedia.org/Comunicador1978)

Republik Dominika dan Taiwan juga ikut buka suara soal penembakan di acara Gedung Putih. Presiden Republik Dominika, Luis Abinader, mengatakan insiden itu seharusnya tidak terjadi dalam sebuah acara yang dihadiri pemimpin negara. Kendati begitu, ia mengapresiasi gerak cepat dari pasukan khusus AS untuk merespons peristiwa tersebut.

"Kami memberikan apresiasi kepada para petugas penegak hukum yang berani menahan pelaku penembakan. Kami berdoa untuk kesembuhan penuh petugas yang terluka. Doa seluruh warga (Republik) Dominika menyertai rakyat Amerika (Serikat)," kata Abinader.

“Kami lega mendengar bahwa Presiden (Donald) Trump dan para hadirin lainnya tetap aman dari bahaya fisik dan kami mengutuk keras segala bentuk kekerasan politik,” kata Presiden Taiwan, Lai Ching-te.

3. Pelaku merupakan seorang guru dari California

ilustrasi California (pexels.com/Stephen Leonardi)

Sebagai informasi, pelaku penembakan dikabarkan bernama Cole Tomas Allen. Ia merupakan seorang guru berusia 31 tahun yang berasal dari Torrance, California. Foto-foto pelaku sudah disebar oleh Trump di media sosial. Ia terlihat tidak memakai baju, tangan diborgol, dan telungkup di lantai berkarpet di lobi Hotel Washington Hilton.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Departemen Kepolisian Metropolitan AS, Jeffery Carroll, Allen diduga merupakan salah satu tamu yang sedang menetap di Hotel Washington Hilton. Ia juga menduga Allen merupakan satu-satunya pelaku yang melakukan penembakan tersebut.

Seorang Jaksa AS yang bernama Jeanine Pirro mengatakan, Allen akan didakwa dengan dua tuduhan, yakni menggunakan senjata api untuk melakukan penyerangan dan penyerangan terhadap petugas federal menggunakan senjata berbahaya. Kedua tuduhan tersebut, kata Pirro, merupakan pelanggaran berat terhadap aturan hukum di Negeri Paman Sam.

Pirro menambahkan, Allen kini sudah ditahan oleh kepolisian. Ia sudah dijadwalkan untuk menjalani persidangan pada Senin (27/4/2026) waktu AS atau Selasa (28/4/2026) waktu Indonesia. Polisi kini juga masih menyelidiki hal-hal lainnya yang berkaitan dengan aksi penembakan yang dilakukan Allen. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team