Berdasarkan laporan Fox News, pelaku berhasil diamankan oleh pihak berwenang tidak lama setelah insiden penembakan terjadi. Selain itu, berikut fakta-fakta lainnya yang terkait dengan insiden penembakan di acara White House Correspondents Dinner yang dihadiri Trump.
5 Fakta Penembakan di Acara Gedung Putih yang Dihadiri Trump

- Penembakan terjadi di acara White House Correspondents Dinner yang dihadiri Donald Trump di Washington D.C., membuat kepanikan dan memicu evakuasi cepat oleh pasukan khusus AS.
- Trump dan Melania berhasil dievakuasi tanpa luka, sementara pelaku penembakan bernama Cole Tomas Allen asal California segera ditangkap oleh pihak berwenang.
- Allen menerobos pos pemeriksaan hotel dengan membawa senjata api dan pisau, lalu akan didakwa atas dua tuduhan berat terkait penyerangan bersenjata terhadap petugas federal.
Jakarta, IDN Times - Peristiwa penembakan dilaporkan terjadi di acara White House Correspondents Dinner yang dihelat di Hotel Washington Hilton, Washington D.C., Amerika Serikat, pada Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat atau Minggu (26/4/2026) pagi waktu Indonesia. Peristiwa tersebut membuat geger orang-orang yang ada di dalam acara. Terlebih, acara itu juga dihadiri oleh Presiden AS, Donald Trump, bersama para jajarannya.
1. Trump langsung dievakuasi oleh pasukan khusus AS

Saat penembakkan terjadi, pasukan khusus AS langsung sigap mengevakuasi Trump dan istrinya, Melania Trump, yang juga turut hadir di acara White House Correspondents Dinner. Melalui media sosial, Trump memuji respons cepat aparat keamanan AS dalam menangani situasi tersebut.
“Malam yang cukup menegangkan di Washington D.C. Dinas Rahasia dan Penegak Hukum melakukan pekerjaan yang fantastis. Mereka bertindak cepat dan berani. Pelaku penembakan (kini juga) sudah ditangkap,” tulis Trump di akun Truth Social pribadinya.
2. Trump dan istrinya dalam keadaan baik

Menurut keterangan pihak berwenang AS, Trump dan istrinya kini dalam keadaan baik. Mereka tidak mengalami luka sedikit pun akibat insiden penembakan tersebut. Sebab, ia langsung dievakuasi dan pelaku penembakan juga langsung diringkus sebelum melakukan tindakan yang lebih jauh.
Usai dievakuasi, Trump langsung menggelar konferensi pers di depan para wartawan. Ia mengatakan, penembakan itu terjadi karena dirinya merupakan orang berpengaruh di AS. Menurut Trump, penembakan dan upaya pembunuhan lainnya yang terjadi di AS memang sering menyasar orang-orang berpengaruh.
"Orang-orang yang memberikan dampak terbesar, merekalah yang menjadi sasaran para penembak," kata Trump dilansir PBS.
3. Pelaku berasal dari California

Pelaku penembakan dikabarkan bernama Cole Tomas Allen. Ia merupakan seorang pria berusia 31 tahun yang berasal dari Torrance, California. Foto-foto pelaku juga sudah disebar oleh Trump di media sosialnya. Ia terlihat tidak memakai baju dengan tangan diborgol dan sedang telungkup di lantai berkarpet yang ada di lobi Hotel Washington Hilton.
Menurut Pelaksana Tugas Kepala Departemen Kepolisian Metropolitan AS, Jeffery Carroll, Allen diduga merupakan salah satu tamu yang sedang menetap di Hotel Washington Hilton. Ia juga menduga Allen merupakan satu-satunya pelaku yang melakukan penembakan tersebut.
4. Pelaku menerobos pos pemeriksaan di hotel sebelum melakukan penembakan

Carroll menjelaskan, sebelum melakukan aksinya, Allen menerobos pos pemeriksaan yang ada di lobi hotel. Saat itu, ia dikabarkan membawa senjata yang terdiri dari shotgun, handgun, dan sejumlah pisau. Tidak lama kemudian, pelaku langsung melepaskan sejumlah tembakan ke arah Trump dan peserta lainnya yang sedang menghadiri acara.
Merespons penembakan tersebut, pasukan khusus AS yang ada di lokasi kejadian langsung menyerbu Allen dan terlibat baku tembak. Salah satu anggota pasukan khusus AS yang tidak disebut namanya dilaporkan terkena tembakan dari pelaku. Beruntungnya, ia tidak mengalami luka serius karena tembakan hanya mengenai rompi antipeluru yang dipakainya.
5. Pelaku akan didakwa dengan dua tuduhan

Menurut Jaksa AS yang bernama Jeanine Pirro, Allen akan didakwa dengan dua tuduhan, yakni menggunakan senjata api untuk melakukan penyerangan dan penyerangan terhadap petugas federal menggunakan senjata berbahaya. Kedua tuduhan tersebut, kata Pirro, merupakan pelanggaran berat.
Pirro menambahkan, Allen kini sudah ditahan oleh kepolisian. Ia sudah dijadwalkan untuk menjalani persidangan pada Senin (27/4/2026) waktu AS atau Selasa (28/4/2026) waktu Indonesia. Polisi kini juga masih menyelidiki hal-hal lainnya yang berkaitan dengan aksi penembakan yang dilakukan Allen.


















