Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan terpanjang dalam sejarah pada Selasa malam, atau Rabu (25/2/2026) waktu Indonesia. Ia menyampaikan pidatonya yang mencakup berbagai kebijakannya tentang ekonomi AS, kejahatan, perdagangan, imigrasi, dan kebijakan luar negeri dalam State of the Union.
Apa yang telah dilakukan pemerintahnya, bagi Trump semuanya berkontribusi pada perubahan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pidato pertama di masa jabatan keduanya ini berlangsung selama 1 jam 48 menit, melampaui rekor 1 jam 28 menit yang ditetapkan oleh mantan Presiden Bill Clinton pada 2000.
“Bangsa kita telah kembali: lebih besar, lebih baik, lebih kaya, dan lebih kuat dari sebelumnya,” kata Trump di awal pidatonya, dikutip dari Al Jazeera.
Ia mengakhiri pidatonya dengan sentimen serupa: “Masa depan kita akan lebih besar, lebih baik, lebih cerah, lebih berani, dan lebih gemilang dari sebelumnya,” katanya.
Masih harus dilihat bagaimana sentimen ini akan diterima oleh para pemilih, karena peringkat persetujuan presiden telah merosot dalam beberapa minggu terakhir ke titik terendah sejak masa jabatan keduanya dimulai. Masih belum jelas apakah klaim keberhasilan Trump akan memberikan dorongan yang dibutuhkan Partai Republik untuk mempertahankan kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat AS dalam pemilihan paruh waktu pada November, yang akan sangat menentukan kemampuannya untuk menjalankan agendanya di tahun-tahun mendatang.
Berikut beberapa poin penting dari pidato tersebut yang harus kamu ketahui:
