Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
9 WNI Dites Kesehatan dan Visum Otoritas Turki Sebelum Kembali ke RI
Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, bersama sembilan relawan WNI yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. (Instagram/@menluri)
  • Sembilan WNI peserta misi Global Sumud Flotilla 2.0 akhirnya bebas dari tahanan Israel dan akan menjalani tes kesehatan serta visum di Turki sebelum dipulangkan ke Indonesia.
  • Konsul Jenderal RI di Istanbul memastikan seluruh WNI dalam kondisi sehat, meski sempat mengalami kekerasan fisik seperti tendangan, pukulan, hingga setrum selama penahanan oleh Israel.
  • Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan penyiksaan terhadap WNI oleh militer Israel, menegaskan bahwa perbuatan tersebut melanggar hukum internasional dan prinsip kemanusiaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Setelah lebih dari tiga hari, akhirnya sembilan WNI (Warga Negara Indonesia) yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, dapat keluar dari tahanan Israel. Namun, sebelum kembali ke Tanah Air, mereka akan menjalani serangkaian tes kesehatan oleh pihak Turki.

“Akan ada proses testimoni, visum, dan tes kesehatan oleh pihak Turki, dan secepatnya akan kita pulangkan ke Tanah Air jika proses di Turki sudah selesai,” kata Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, dalam pesan singkat, Jumat (22/5/2026).

Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, mengungkapkan sembilan WNI yang tergabung dalam misi GSF 2.0 dalam keadaan sehat. Namun, mereka sempat mengalami kekerasan fisik saat ditangkap dan ditahan Israel.

“Kami Konsul Jenderal RI di Istabul, alhamdulillah bersama sembilan saudara kita yang bergabung dalam misi GSF, telah bersama dengan kita dalam kondisi sehat walafiat, walaupun mereka selama 3-4 hari ditahan mengalami kekerasan fisik, ada yang ditendang, dipukul hingga disetrump,” kata Darianto dalam video yang diunggah akun Instagram resmi @Menlu_RI.

Pada Kamis, 21 Mei 2026, beredar video penyiksaan dan pelecehan yang dilakukan militer Israel dan pejabat Negeri Bintang Daud itu kepada para aktivis GSF. Aksi itu mendapat kecaman tak hanya dari luar negeri, namun juga di internal pemerintahan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegur Menteri Keamanan sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, yang melakukan penghinaan dan pelecehan verbal. Ia bahkan disebut ‘bukan wajah Israel’ oleh Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar.

Sementara, Menteri Luar Negeri RI Sugiono kembali menegaskan, Indonesia mengecam keras tindakan penyiksaan yang dilakukan Israel terhadap WNI pada saat penahanan.

“Indonesia kembali menekankan bahwa segala bentuk tindakan yang tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla oleh militer Israel merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan,” serunya.

Editorial Team