Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Aksi Ben-Gvir ke Aktivis GSF 2.0 Dikecam Netanyahu dan Menlu Israel
potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
  • Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegur Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir atas video perlakuan terhadap aktivis Global Sumud Flotilla yang dinilai tidak mencerminkan nilai dan norma Israel.
  • Menteri Luar Negeri Gideon Saar mengecam tindakan Ben-Gvir karena dianggap merusak citra Israel di mata dunia serta menghambat upaya diplomatik dan kerja keras lembaga pemerintah.
  • Video viral perlakuan terhadap aktivis flotilla memicu kecaman dari sejumlah negara Eropa yang menilai tindakan aparat Israel melanggar martabat manusia dan hukum internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
21 Mei 2026

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegur Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir atas video perlakuan terhadap aktivis Global Sumud Flotilla. Netanyahu menyatakan tindakan Ben-Gvir tidak sesuai dengan nilai Israel dan memerintahkan deportasi para aktivis.

kini

Video unggahan Ben-Gvir yang memperlihatkan aktivis Global Sumud Flotilla diperlakukan secara kasar memicu kecaman dari dalam negeri Israel dan sejumlah negara Eropa. Menteri Luar Negeri Gideon Saar turut mengecam, menilai tindakan itu merusak citra diplomatik Israel.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengunggah video yang memperlihatkan perlakuan terhadap aktivis Global Sumud Flotilla yang ditangkap saat menuju Gaza, memicu kecaman dari dalam dan luar negeri.
  • Who?
    Itamar Ben-Gvir sebagai pelaku unggahan video; Benjamin Netanyahu dan Gideon Saar mengecam tindakannya; para aktivis Global Sumud Flotilla menjadi pihak yang diperlakukan dalam video tersebut.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di wilayah penahanan aktivis setelah dicegat tentara Israel di perairan internasional menuju Gaza; reaksi muncul di Israel dan sejumlah negara Eropa.
  • When?
    Kejadian dan unggahan video berlangsung pada Kamis, 21 Mei 2026, disusul dengan gelombang kecaman publik dan diplomatik pada hari-hari berikutnya.
  • Why?
    Tindakan Ben-Gvir dilakukan untuk menunjukkan sikap terhadap armada flotila yang dianggap provokatif, namun menuai kritik karena dinilai melanggar nilai kemanusiaan dan merugikan citra Israel.
  • How?
    Ben-Gvir merekam dan membagikan video berisi aktivis dengan tangan terikat serta pelecehan verbal; Netanyahu menegur secara terbuka dan memerintahkan deportasi para aktivis tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada video dari Pak Ben-Gvir di internet. Di video itu, ada orang-orang yang tangannya diikat dan disuruh sujud. Mereka katanya mau kirim bantuan ke Gaza tapi ditangkap tentara Israel. Banyak orang marah, termasuk Pak Netanyahu dan Pak Gideon Saar. Mereka bilang tindakan Ben-Gvir itu salah dan bikin Israel kelihatan jelek. Sekarang para aktivis mau dikirim pulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun insiden yang melibatkan Itamar Ben-Gvir memicu kecaman luas, tanggapan cepat dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Gideon Saar menunjukkan adanya mekanisme koreksi internal dalam pemerintahan Israel. Kritik terbuka mereka menegaskan komitmen terhadap nilai kemanusiaan dan upaya menjaga citra diplomatik negara di tengah sorotan internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegur Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir yang dikenal sayap kanan, usai video perlakuan terhadap aktivis Global Sumud Flotilla viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah Ben-Gvir di platform X, dia melakukan pelecehan verbal ke sejumlah aktivis yang tangannya diikat dan diminta bersujud. Para aktivis itu ditangkap tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.

Video tersebut memicu kritik, termasuk dari internal pemerintahan Israel sendiri. Netanyahu menegaskan, Israel berhak mencegah armada flotila masuk ke wilayahnya, tetapi cara penanganan para aktivis dinilai tidak sesuai.

“Israel memiliki hak penuh untuk mencegah flotila provokatif pendukung teroris Hamas memasuki wilayah perairan kami dan mencapai Gaza. Cara Menteri Ben Gvir menangani para aktivis flotila tidak sejalan dengan nilai dan norma Israel,” kata Netanyahu, lewat akun @IsraeliPM, Kamis (21/5/2026).

Netanyahu mengatakan, dirinya telah meminta otoritas terkait segera mendeportasi para aktivis tersebut.

“Saya telah menginstruksikan otoritas terkait untuk mendeportasi para provokator secepat mungkin,” ujarnya.

1. Menlu Israel kritik Ben-Gvir

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar (יעקב, CC BY-SA 3.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0>, via Wikimedia Commons)

Kritik juga datang dari Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, yang menilai tindakan Ben-Gvir justru merugikan citra Israel di mata internasional. Dalam pernyataannya, Saar menyebut aksi tersebut telah merusak upaya diplomatik dan kerja berbagai lembaga Israel.

“Anda dengan sengaja telah merugikan negara kita dalam pertunjukan yang memalukan ini dan bukan untuk pertama kalinya. Anda telah menghancurkan upaya luar biasa, profesional, dan sukses yang telah dilakukan oleh begitu banyak orang, dari tentara IDF hingga staf Kementerian Luar Negeri dan banyak lainnya. Tidak, Anda bukanlah wajah Israel," kata dia.

2. Video aktivis diikat viral di media sosial

Tangkapan video para aktivis Global Sumud Flotilla 2.0 disiksa Israel. (Tangkapan layar video @humantiproject)

Kontroversi bermula ketika Ben-Gvir mengunggah video dengan caption, ‘Selamat datang di Israel’ yang memperlihatkan para aktivis Global Sumud Flotilla dalam kondisi tangan terikat di depan tubuh mereka. Dalam video itu, Ben-Gvir terlihat berbicara dalam bahasa Ibrani kepada para aktivis. Salah satu aktivis kemudian membalas dengan seruan ‘Free Palestine!’

Tak lama setelah itu, aktivis tersebut tampak dilumpuhkan oleh tentara Israel. Ben-Gvir juga terlihat mengibarkan bendera Israel di depan para aktivis yang sedang duduk dengan tangan terikat.

Para aktivis tersebut sebelumnya dicegat tentara Israel saat berlayar membawa bantuan kemanusiaan dalam aksi Global Sumud Flotilla menuju Gaza.

3. Kecaman negara Eropa

armada Global Sumud Flotilla (Codas, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)

Gelombang kecaman datang dari sejumlah negara Eropa setelah beredar video yang memperlihatkan aktivis Global Sumud Flotilla diperlakukan secara tidak manusiawi oleh aparat Israel.

Video yang diunggah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memperlihatkan para aktivis yang sebelumnya dicegat di perairan internasional dalam kondisi tangan diikat dan dipaksa berlutut.

Reaksi keras muncul dari berbagai pemerintah Eropa yang menilai tindakan tersebut melanggar martabat manusia dan hukum internasional. Beberapa negara bahkan langsung memanggil duta besar Israel untuk meminta penjelasan resmi.

Editorial Team