Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Aksi Protes Warnai Kunjungan Presiden Israel di Australia
Para demonstran pro-Palestina demo menentang kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia. (AFP/William West)

Intinya sih...

  • Protes kedatangan Presiden Israel meluas hingga bentrokan dengan polisi. Kelompok pro-Palestina mengorganisasi aksi protes di sejumlah kota dan wilayah di Australia pada Senin malam.

  • Pihak berwenang Sydney menetapkan kunjungan Herzog sebagai acara besar, sehingga polisi diberi kewenangan khusus yang jarang digunakan.

  • Herzog memulai kunjungannya pada Senin pagi di Pantai Bondi dengan meletakkan karangan bunga di tugu peringatan korban. Ia juga bertemu para penyintas dan keluarga dari 15 korban tewas.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ribuan orang berkumpul di berbagai kota di Australia pada Senin, 9 Februari 2026, untuk memprotes kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog. Kunjungan Herzog dilakukan dalam rangka perjalanan ke beberapa kota di Australia, yang disebut bertujuan menyampaikan solidaritas kepada komunitas Yahudi Australia, menyusul penembakan massal mematikan tahun lalu.

Presiden Israel itu diundang langsung oleh Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, setelah penembakan pada 14 Desember 2025 pada acara Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney, yang menewaskan 15 orang.

Namun, kunjungan tersebut memicu penolakan dari sebagian masyarakat Australia, khususnya kelompok pro-Palestina, yang menuding Herzog terlibat dalam kematian warga sipil di Gaza.

1. Protes meluas hingga bentrokan dengan polisi

potret bendera Australia (pexels.com/Hugo Heimendinger)

Kelompok pro-Palestina mengorganisasi aksi protes di sejumlah kota dan wilayah di Australia pada Senin malam. Di Sydney, ribuan pengunjuk rasa memadati sebuah alun-alun di kawasan pusat bisnis kota. Mereka mendengarkan pidato dan meneriakkan slogan-slogan dukungan untuk Palestina.

Salah satu pengunjuk rasa, Jackson Elliott, 30 tahun, warga Sydney, mengatakan, “Pembantaian di Bondi itu mengerikan, tetapi dari kepemimpinan Australia tidak ada pengakuan terhadap rakyat Palestina dan warga Gaza.”

“Herzog menghindari semua pertanyaan tentang pendudukan dan mengatakan kunjungan ini soal hubungan Australia dan Israel, tetapi dia terlibat,” serunya, dilansir dari AsiaOne, Selasa (10/2/2026).

Aparat keamanan dikerahkan secara besar-besaran. Polisi berpatroli dengan kuda, sementara helikopter berputar di atas lokasi aksi.

2. Keamanan diperketat dan pengunjuk rasa ditahan

Polisi menggunakan semprotan merica dan gas air mata untuk membubarkan massa yang berupaya menerobos barisan, dan melanjutkan pawai. Beberapa pengunjuk rasa ditangkap setelah terjadi bentrokan dengan aparat keamanan.

Pihak berwenang Sydney menetapkan kunjungan Herzog sebagai acara besar, sehingga polisi diberi kewenangan khusus yang jarang digunakan.

Kewenangan tersebut termasuk memisahkan dan memindahkan kerumunan, membatasi akses ke area tertentu, mengarahkan orang untuk meninggalkan lokasi, serta melakukan pemeriksaan kendaraan.

Pada Senin yang sama, Pengadilan Sydney menolak gugatan hukum dari Palestine Action Group—penyelenggara aksi—yang berupaya menentang pembatasan terhadap demonstrasi tersebut.

3. Ribuan anggota komunitas Yahudi hadiri acara penyambutan Herzog

Isaac Herzog, presiden Israel (twitter.com/Isaac Herzog)

Di sisi lain, ribuan anggota komunitas Yahudi, pejabat pemerintah, dan politisi oposisi menghadiri acara penyambutan Herzog di lokasi terpisah, sekitar satu kilometer dari titik protes.

Acara tersebut digelar untuk mengenang para korban serangan di Bondi. Dalam pidatonya di International Convention Centre Sydney, Herzog mengatakan, “Kita semua mengingat boikot, ancaman, rekan-rekan yang berpaling dari teman-teman Yahudi mereka… itu adalah awal dari Bondi.”

Herzog memulai kunjungannya pada Senin pagi di Pantai Bondi dengan meletakkan karangan bunga di tugu peringatan korban. Ia juga bertemu para penyintas dan keluarga dari 15 korban tewas.

“Ini juga merupakan serangan terhadap seluruh rakyat Australia. Mereka menyerang nilai-nilai yang dijunjung tinggi demokrasi kita, kesucian kehidupan manusia, kebebasan beragama, toleransi, martabat, dan rasa hormat,” kata Herzog di lokasi tersebut.

Sementara, Dewan Eksekutif Yahudi Australia menyatakan kunjungan Herzog akan mengangkat semangat komunitas yang sedang terluka.

Namun, Jewish Council of Australia merilis surat terbuka yang ditandatangani lebih dari 1.000 akademisi dan tokoh komunitas Yahudi Australia, yang mendesak Perdana Menteri Anthony Albanese untuk mencabut undangan terhadap Herzog.

Editorial Team