Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Aktivis Pro-Palestina Serbu Pabrik Senjata Israel di Inggris
demonstrasi bela Palestina (Matt Hrkac from Melbourne, Australia, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)
  • Sejumlah aktivis pro-Palestina dari kelompok People Against Genocide menyerbu pabrik Elbit Systems di Leicester sebagai bentuk protes terhadap dukungan Inggris pada Israel dan perdagangan senjata yang menarget warga Gaza.
  • Polisi Leicestershire menangkap enam orang atas tuduhan perusakan, pembobolan, dan penyerangan petugas setelah aksi tersebut, dengan unit antiteror turut membantu penyelidikan kasus ini.
  • Elbit Systems disebut memasok sebagian besar drone militer Israel, sementara konflik di Gaza telah menewaskan lebih dari 72.500 warga Palestina dan memicu tudingan genosida oleh lembaga HAM serta PBB.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Para pengunjuk rasa pro-Palestina menerobos masuk ke dalam pabrik milik perusahaan pertahanan Israel, Elbit Systems, di kota Leicester, Inggris, pada Jumat (24/6/2026). Aksi itu berujung pada penangkapan sedikitnya enam orang.

Dalam sebuah video, para aktivis yang tergabung dalam kelompok People Against Genocide terlihat membuat lubang di atap pabrik UAV Tactical Systems di kawasan Braunstone, sebelum kemudian turun ke dalam gedung dengan menggunakan tali.

Di atas atap, para aktivis menyemprotkan cat bertuliskan “Intifada Revolution” dan memasang spanduk lain bertuliskan “Free Palestine”. Sebagian lainnya juga dilaporkan merusak peralatan di dalam pabrik dengan palu besar dan linggis.

1. Bentuk protes atas dukungan berkelanjutan pemerintah Inggris terhadap Israel

aksi demonstrasi pro-Palestina (unsplash.com/Merch HÜSEY)

Anggota People Against Genocide memprotes perang genosida Israel di Gaza dengan menargetkan pihak-pihak yang memproduksi dan menjual senjata yang digunakan untuk membunuh warga Palestina. Organisasi ini menyatakan bahwa tujuannya adalah melakukan aksi langsung untuk menghentikan perdagangan senjata antara Inggris dan Israel.

“Kami sudah muak dengan kerja sama pemerintah kami dalam genosida yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina. Kami tahu genosida tidak memiliki tempat di dunia ini—karena itu kami di sini untuk menutup Elbit," kata salah satu aktivis, dikutip dari The New Arab.

2. 6 orang ditangkap atas tuduhan perusakan dan pembobolan

ilustrasi penangkapan (pexels.com/Servet photograph)

Polisi Leicestershire dikerahkan setelah sebuah van dilaporkan menerobos gerbang pabrik tersebut. Sedikitnya enam orang ditangkap atas berbagai tuduhan, termasuk dugaan perusakan kriminal, penyerangan terhadap petugas darurat, dan pembobolan.

“Polisi terus mendukung hak untuk melakukan protes secara damai, namun kami juga akan terus mengambil tindakan cepat jika ada laporan mengenai upaya melakukan tindak kejahatan atau perusakan properti,” demikian pernyataan dari Kepolisian Leicestershire.

Polisi antiteror juga dilaporkan turut terlibat dalam penyelidikan tersebut.

3. Lebih dari 72.500 warga Palestina di Gaza tewas akibat serangan Israel di Gaza

serangan Israel di Jalur Gaza (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Elbit Systems memasok sekitar 85 persen drone dan peralatan militer berbasis darat Israel. Protes terhadap perusahaan ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan semakin meningkat sejak perang di Gaza meletus pada Oktober 2023.

Meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak 10 Oktober 2025, Israel terus melancarkan serangan mematikan di Gaza, hingga menewaskan hampir 1.000 warga Palestina. Secara keseluruhan, jumlah korban tewas dalam perang ini telah melampaui 72.500 orang, dengan lebih dari 172 ribu lainnya terluka. Serangan Israel juga telah mengubah sebagian besar bangunan di wilayah tersebut menjadi puing-puing.

Sejumlah kelompok hak asasi manusia terkemuka dan penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyimpulkan bahwa operasi militer Israel di Gaza merupakan genosida, yakni upaya untuk menghancurkan rakyat Palestina, dilansir dari Al Jazeera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team