Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemukim Israel Tembaki Sekolah di Tepi Barat, 2 Warga Palestina Tewas

Pemukim Israel Tembaki Sekolah di Tepi Barat, 2 Warga Palestina Tewas
seorang pria membawa bendera Palestina (pixabay.com/hosnysalah)
Intinya Sih
  • Penembakan di sekolah al-Mughayyir oleh pemukim Israel menewaskan dua warga Palestina, termasuk remaja, dan melukai beberapa orang lainnya pada Selasa, 21 April 2026.
  • Saksi mata menuduh adanya koordinasi antara tentara Israel dan pemukim dalam serangan tersebut, sementara militer Israel menyatakan insiden masih dalam peninjauan.
  • Kekerasan di Tepi Barat meningkat sejak perang Gaza pecah, dengan lebih dari 1.000 warga Palestina tewas akibat serangan pasukan maupun pemukim Israel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Para pemukim Israel menembaki sebuah sekolah di kota al-Mughayyir, Tepi Barat yang diduduki, pada Selasa (21/4/2026). Insiden itu menewaskan sedikitnya dua warga Palestina, termasuk seorang remaja, dan melukai beberapa orang lainnya.

Dilansir BBC, Walikota al-Mughayyir, Amin Abu Alia, mengatakan bahwa sekitar 10 pemukim datang ke desa tersebut bersama tentara, lalu melepaskan tembakan ke arah sebuah sekolah menengah pertama (SMP). Korban tewas diidentifikasi sebagai Aws Hamdi al-Naasan, 14 tahun, dan Jihad Marzouq Abu Naim, 32 tahun. Abu Alia mengatakan mereka dibunuh oleh tentara, sementara Kementerian Kesehatan Palestina menyebut kematian mereka disebabkan oleh tembakan para pemukim.

Ayah al-Naasan sebelumnya juga tewas akibat serangan pemukim pada 2019.

“Sepertinya sejarah terulang kembali. Hal ini menunjukkan bahwa pendudukan terus melakukan kebijakan arogan dan kriminal terhadap rakyat Palestina yang tidak bersenjata, melalui pembunuhan, perusakan, penyitaan, dan segala sesuatu yang dapat dibayangkan,” kata paman korban, Faraj al-Naasan, dikutip The New Arab.

1. Tentara Israel dituding berkoordinasi dengan para pemukim

Pasukan tentara Israel bersenjata lengkap bergerak dalam formasi di area perkotaan dengan bangunan rusak di sekitarnya.
pasukan Israel ( / IDF Spokesperson's Unit)

Saksi mata, Kathem al-Haj Ahmed, mengatakan bahwa sekolah tersebut dikejutkan oleh kedatangan para pemukim yang melakukan penyerangan bersama tentara.

"Jadi pihak sekolah mulai memanggil orang-orang untuk datang dan menjemput anak-anak mereka, dan saat itulah para pemukim menembak dari satu sisi dan tentara dari sisi lain,” ujarnya pria berusia 57 tahun itu.

Salah satu korban luka, Atta Allah Abu Alia, juga menyoroti adanya koordinasi antara pasukan Israel dan para pemukim. Pria berusia 63 tahun itu menceritakan bahwa dirinya sedang dalam perjalanan melaksanakan salat zuhur ketika mendengar adanya serangan di sekolah. Ia pun bergegas menuju lokasi melalui rute alternatif.

Di dekat sekolah, sebuah jip militer Israel tiba. Ketika para tentara melihat Abu Alia, mereka langsung turun dan melepaskan tembakan ke arahnya tanpa peringatan. Akibatnya, kakinya terluka.

“Mereka berusaha melindungi para pemukim dan menutupi tindakan mereka,” kata Abu Alia dari ranjangnya di Rumah Sakit Khusus Arab. Ia menambahkan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mengintimidasi dan memaksa warga Palestina di al-Mughayyir meninggalkan kota tersebut.

2. Militer Israel sebut insiden itu dalam peninjauan

ilustrasi tank-tank Israel di Tepi Barat
ilustrasi tank-tank Israel di Tepi Barat (Aokiji Sama, CC BY-SA 4.0 , via Wikimedia Commons)

Kementerian luar negeri Palestina mengecam penembakan tersebut, menyebutnya sebagai serangan teroris dan pembantaian yang dilakukan oleh para pemukim dengan koordinasi penuh bersama tentara Israel.

Sementara itu, militer Israel menyatakan bahwa pasukannya dikerahkan setelah adanya laporan pelemparan batu ke arah sebuah mobil yang membawa warga sipil Israel. Seorang tentara cadangan yang berada di dalam kendaraan itu kemudian turun dan melepaskan tembakan ke arah terduga pelaku di lokasi.

"Para tentara kemudian bertindak untuk membubarkan bentrokan yang bersifat kekerasan," kata militer Israel. Mereka juga menambahkan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai adanya korban jiwa dan kini sedang meninjau insiden tersebut

3. 1.064 warga Palestina tewas di Tepi Barat sejak pecahnya perang di Gaza

gambar bendera Palestina di dinding
gambar bendera Palestina di dinding (unsplash.com/Ash Hayes)

Kota al-Mughayyir telah bertahun-tahun menghadapi serangan pemukim serta penggerebekan dan penangkapan oleh pasukan Israel. Penggunaan peluru tajam kerap terjadi, menimbulkan korban tewas dan luka dari waktu ke waktu.

Serangan terhadap petani, lahan, dan ternak juga kian meningkat. Warga mengatakan hampir tidak ada hari tanpa kekerasan dari para pemukim. Mereka meyakini bahwa serangan-serangan tersebut bertujuan memaksa warga Palestina meninggalkan wilayah tersebut.

“Ini adalah realitas kami di desa al-Mughayyir; ini merupakan operasi pengusiran. Mereka menyerang kami dari segala arah, dan baik tentara maupun para pemukim saling bertukar peran," kata Ahmed.

Israel telah menduduki Tepi Barat sejak 1967. Kekerasan di wilayah tersebut meningkat tajam setelah kelompok Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober 2023, yang kemudian memicu perang genosida di Gaza. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan sedikitnya 1.064 warga Palestina di Tepi Barat tewas akibat serangan pasukan atau pemukim Israel sejak saat itu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Related Articles

See More