Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Amerika Serikat Cicil Utang ke PBB, Baru Bayar Rp2,7 Triliun!
ilustrasi PBB (unsplash.com/Salya T)
  • Amerika Serikat baru membayar sebagian utangnya ke PBB sebesar 160 juta dolar AS dari total tunggakan sekitar 4 miliar dolar AS untuk anggaran wajib organisasi tersebut.
  • Donald Trump menegaskan bahwa meski banyak pemotongan dana, Amerika Serikat tetap akan memberikan kontribusi finansial agar PBB bisa terus beroperasi dan menjalankan misinya secara global.
  • Sejak Trump menjabat kembali, Amerika Serikat menarik diri dari puluhan organisasi internasional, termasuk WHO, dengan alasan kebijakan mereka tidak sejalan dengan kepentingan nasional AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat dilaporkan telah membayar sebagian utangnya ke Perserikatan Bangsa-Bangsa. Menurut keterangan juru bicara PBB, Stephane Dujarric, pada Kamis (19/2/2026), Negeri Paman Sam baru membayar 160 juta dolar AS (Rp2,7 triliun) dari total tunggakan pembayaran anggaran wajib sebesar 4 miliar dolar AS (Rp67,5 triliun).

“Pekan lalu, kami menerima sekitar 160 juta dolar Amerika Serikat dari AS sebagai pembayaran sebagian dari tunggakan mereka untuk anggaran reguler PBB,” kata Dujarric dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir The Strait Times.

1. Amerika Serikat merupakan penyumbang dana terbesar PBB

ilustrasi uang (pexels.com/John Guccione)

Amerika Serikat sendiri merupakan penyumbang dana terbesar untuk PBB. Namun, sejak Donald Trump menjabat lagi sebagai presiden pada Januari 2025, AS menolak membayar anggaran wajib untuk PBB. Selain itu, AS juga memotong sebagian besar sumbangan dana sukarela untuk beberapa organisasi internasional yang berada di bawah PBB.

Per Februari 2026 ini, AS masih memiliki utang pembayaran anggaran wajib kepada PBB sebanyak 2,19 miliar dolar AS atau sekitar Rp37 triliun. Selain itu, AS juga masih punya utang dana misi perdamaian PBB sebesar 2,4 miliar dolar AS (Rp40,5 triliun) dan utang dana pengadilan PBB sebesar 43,6 juta dolar AS (Rp735,7 miliar).  

2. Donald Trump tetap akan menyumbang dana ke PBB

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/Official White House photo)

Meski sudah banyak dana yang dipotong oleh Amerika Serikat, Donald Trump menegaskan dirinya bakal akan tetap menyumbang dana ke PBB. Sebab, Trump tidak ingin PBB berhenti beroperasi hanya karena masalah finansial. Selain itu, Trump juga ingin PBB tetap beroperasi agar bisa terus memberikan kontribusi positif kepada dunia.

“Kami akan membantu mereka (Perserikatan Bangsa-Bangsa) secara finansial dan kami akan memastikan mereka tetap berjalan. Aku pikir, PBB memiliki potensi yang besar, potensi benar-benar besar. Namun, PBB belum mampu mewujudkan potensi tersebut,” kata Trump dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian (BoP) Gaza di Washington DC, Kamis (19/2/2026) dilansir Asia One

3. Amerika Serikat sudah keluar dari puluhan organisasi internasional PBB dan non-PBB

potret bendera Amerika Serikat (unsplash.com/Gene Gallin)

Sejak Donald Trump menjabat sebagai presiden, Amerika Serikat memang mengurangi keikutsertaannya di berbagai organisasi internasional, baik yang berada di bawah naungan PBB dan di luar naungan PBB.

Pada Januari 2026 lalu, Trump menandatangani pengunduran diri AS dari 35 organisasi internasional non-PBB dan 31 organisasi internasional PBB, termasuk WHO. Negeri Paman Sam sudah resmi mengundurkan diri dari WHO sejak 22 Januari 2026 lalu.

Trump memutuskan keluar dari WHO karena visi dan misi organisasi tersebut bertentangan dengan kepentingan nasional AS. Selain itu, Trump juga menuduh WHO tidak becus dalam menangani masalah kesehatan global, seperti Pandemik COVID-19 yang terjadi pada 2020 lalu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team