TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Fatah Tuduh Iran Berusaha Timbulkan Kekacauan di Tepi Barat

Mereka tidak mau tujuan dan rakyat Palestina dieksploitasi

bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)

Jakarta, IDN Times - Faksi utama Palestina di Tepi Barat yang diduduki, Fatah, pada Rabu (3/4/2024) menuduh Iran mencoba menyebarkan kekacauan di wilayahnya. Fatah juga mengatakan bahwa mereka akan menentang operasi dari luar yang tidak ada hubungannya dengan perjuangan Palestina.

Dilansir Reuters, partai yang mengendalikan Otoritas Palestina (PO) itu menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan tujuan suci dan darah rakyat mereka dieksploitasi, dan akan bertindak melawan segala campur tangan dari luar yang bertujuan merugikan pasukan keamanan atau institusi nasional.

1. Israel telah lama menuduh Iran mempersenjatai kelompok pejuang Palestina

Israel telah lama menuduh Iran membantu kelompok bersenjata Palestina, termasuk Hamas yang memimpin serangan di Israel selatan pada 7 Oktober. Bulan lalu, militer Israel mengatakan bahwa pasukan keamanan telah menghentikan penyelundupan senjata canggih, termasuk ranjau anti tank, ke Tepi Barat.

Di masa lalu, Iran tidak menyangkal memberikan dukungan kepada kelompok bersenjata dan mengatakan bahwa dukungan apa pun yang diberikan mereka adalah atas permintaan Palestina.

Tepi Barat, yang diduduki oleh Israel setelah perang Timur Tengah pada 1967, telah menjadi pusat konflik selama beberapa dekade. Palestina menginginkan wilayah tersebut sebagai jantung negara merdeka di masa depan, yang juga akan meliputi Gaza dan menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Sejak meletusnya perang Gaza, Israel telah meningkatkan serangan militer di Tepi Barat. Catatan PBB menunjukkan bahwa pasukan atau pemukim Israel telah membunuh ratusan warga Palestina dalam bentrokan di Tepi Barat pasca-serangan Hamas pada 7 Oktober.

Baca Juga: Konsulat Diserang, Iran Sebut Israel Langgar Hukum Internasional

2. Palestina minta keanggotaan penuh di PBB

Tuduhan Fatah terhadap Iran ini muncul ketika PO meminta Dewan Keamanan PBB melakukan pemungutan suara pada bulan ini untuk menjadikannya sebagai anggota penuh di PBB.

"Kami yakin inilah saat yang tepat bagi negara kami untuk menjadi anggota penuh di PBB," kata duta besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour pada Selasa (3/4/2024), seraya menambahkan bahwa 140 negara mengakui negara Palestina.

Dilansir Associated Press, permohonan Palestina tersebut didukung oleh Kelompok Arab yang beranggotakan 22 negara di PBB, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang beranggotakan 57 negara, dan Gerakan Non-Blok yang beranggotakan 120 negara. .

Tujuh dari 15 anggota Dewan Keamanan yang mengakui negara Palestina adalah China, Rusia, Ekuador, Mozambik, Aljazair, Guyana, dan Sierra Leone.

Verified Writer

Fatimah

Long life learner

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya