TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

China Kritik Ucapan Ramadan Menlu AS yang Singgung Uighur Xinjiang

Kemlu China sebut AS standar ganda

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin. (dok X @globaltimesnews)

Jakarta, IDN Times - Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengkritik ucapan selamat Ramadan dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken di mana dalam ucapan tersebut terselip singgungan soal warga Uighur di Xinjiang.

“Xinjiang menikmati stabilitas sosial, pertumbuhan ekonomi, dan keharmonisan antarwilayah. Hak asasi manusia Uighur dan kelompok etnis lain di sana telah dilindungi sepenuhnya,” kata Wenbin, dikutip dari laman Kemlu China, Kamis (14/3/2024).

“Bukan Xinjiang, tapi jutaan Muslim di Gaza, yang menderita kelaparan dan pembunuhan,” ucap dia.

1. AS tidak sadar bahwa standar ganda

Presiden AS Joe Biden dan PM Israel Benjamin Netanyahu. (dok. X @POTUS)

Wenbin menegaskan bahwa AS perlu meninggalkan standar gandanya terkait isu HAM dan berhenti menunjukkan seakan peduli dengan warga Palestina di Gaza.

“Tapi mereka menghalangi Dewan Keamanan PBB untuk melakukan gencatan senjata di Gaza. Yang perlu dilakukan AS bukan mengeluarkan pernyataan munafik tentang Ramadan dengan kalimat kosong, namun mengambil tindakan nyata untuk menyelamatkan Muslim di Gaza,” tegas Wenbin.

Baca Juga: Dukungan Internasional untuk Israel Menurun Imbas Konflik Gaza

2. Blinken singgung soal Uighur dan warga Palestina dalam ucapan Ramadannya

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken. (IDN Times/Sonya Michaella)

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengucapkan selamat berpuasa dan menyambut bulan Ramadan bagi para umat Muslim di seluruh dunia.

“Tahun ini, bulan yang damai datang di tengah konflik dan penderitaan yang dialami banyak komunitas Muslim, termasuk warga Uighur di Xinjiang, warga Rohingya di Burma dan Bangladesh, serta warga Palestina di Gaza,” kata Blinken.

Blinken juga mengungkapkan penderitaan ini sangat dirasakan oleh umat Muslim di seluruh dunia, sehingga tahun ini Ramadan terasa berbeda seperti situasi kemanusiaan di Gaza yang sangat memilukan.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya