Seorang Muslim Syiah memegang foto pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dan mantan pemimpin Ayatollah Ruhollah Khomeini selama protes anti-AS dan Israel di Srinagar pada 1 Maret 2026. (HABIB NAQASH/AFP)
Said Aldi menegaskan, serangan militer itu mencederai nilai-nilai kemanusiaan universal dan mengancam fondasi perdamaian dunia. Ia juga menyoroti waktu serangan yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 H.
“Serangan ini bukan sekadar operasi militer. Ini tindakan yang mencederai kemanusiaan dan mengancam perdamaian dunia, apalagi dilakukan di bulan yang disucikan umat Islam,” ujar Said Aldi.
Ia turut menyinggung peran Trump dan Netanyahu dalam operasi tersebut. Menurutnya, tindakan militer terbuka yang menewaskan pemimpin negara berdaulat berpotensi memicu eskalasi konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Tak hanya itu, Said Aldi menyebut laporan media internasional menunjukkan dampak serangan meluas hingga kawasan strategis di Teheran. Korban sipil dilaporkan berjatuhan dan ribuan warga terpaksa mengungsi.
“Ketika bom dijatuhkan, rakyat sipil yang paling menderita. Anak-anak, perempuan, dan orang tua menjadi korban tragedi kemanusiaan,” tegasnya.