Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

PBB Sebut AS-Israel Rusak Perdamaian Dunia karena Serang Iran

PBB Sebut AS-Israel Rusak Perdamaian Dunia karena Serang Iran
potret bendera PBB (pexels.com/Niklas Jeromin)
Intinya Sih
  • PBB menuduh Amerika Serikat dan Israel merusak perdamaian dunia setelah melancarkan serangan ke Iran, yang memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
  • Serangan terjadi usai kegagalan negosiasi nuklir antara AS dan Iran, dengan dukungan tambahan dari Jerman, Inggris, serta Prancis yang memperluas ketegangan regional.
  • Lebih dari 200 orang tewas termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, membuat Iran menetapkan masa berkabung nasional dan berjanji membalas serangan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut Amerika Serikat dan Israel telah merusak perdamaian dunia. Hal ini karena kedua negara tersebut melakukan serangan ke Iran yang memicu konflik di Timur Tengah.

"Saya sangat menyesalkan serangan terhadap Iran oleh AS dan Israel serta keterlibatan pengecut negara-negara yang menyetujui hal ini atau tetap diam,” kata Pelapor Khusus PBB, Balakrishnan Rajagopal, pada Sabtu (28/2/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.

“Begitu banyak orang yang tidak bersalah akan mati dan rumah-rumah orang akan hancur karena hal ini. Saat ini, AS dan Israel sedang menghancurkan perdamaian dan ketertiban dunia," lanjutnya.

1. AS-Israel menyerang Iran karena negosiasi nuklir gagal

Peta wilayah Iran.
potret peta wilayah Iran (unsplash.com/mana5280)

AS dan Israel sendiri mulai menyerang Iran pada Sabtu pagi waktu setempat. Serangan ini dilakukan karena Iran tidak kunjung mematuhi keinginan AS untuk menghentikan program senjata nuklirnya. Sebelum melakukan serangan, AS sudah beberapa kali melakukan negosiasi dengan Iran soal program nuklirnya. Namun, Iran rupanya keras kepala. Mereka tetap enggan menuruti keinginan AS. 

Tindakan Iran ini membuat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, geram. Alhasil, pada Februari 2026 lalu, Trump memberikan waktu 10 sampai 15 hari kepada Iran agar berubah pikiran dan mau menghentikan program nuklirnya. Sayangnya, Iran ternyata tidak kunjung menuruti perintah AS sampai waktu yang diberikan habis. Inilah yang kemudian memicu serangan AS dan Israel ke Iran.

2. AS dan Israel masih melakukan serangan terhadap Iran

Serangan udara.
ilustrasi serangan udara (unsplash.com/Ben Koorengevel)

Hingga saat ini, AS dan Israel masih melakukan serangan terhadap Iran. Perang ini diprediksi bakal makin parah karena Jerman, Inggris, dan Prancis dikabarkan akan membantu AS dan Israel untuk berperang melawan Iran.

"Kami telah sepakat untuk bekerja sama dengan AS dan sekutu di kawasan ini dalam masalah ini," bunyi pernyataan bersama Jerman, Inggris, dan Prancis yang dirilis pada Minggu dilansir France 24.

Konflik ini juga makin meluas ke negara-negara Timur Tengah lainnya, seperti Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Sebab, Iran mulai menyerang markas militer AS yang ada di negara-negara tersebut.

Di sisi lain, pasukan Israel juga telah melancarkan serangan ke Beirut, Lebanon, pada Senin (2/3/2026) pagi waktu setempat. Serangan ini dilakukan karena kelompok milisi Hizbullah yang ada di sana ikut membantu Iran menyerang AS dan Israel.

3. Serangan AS-Israel ke Iran sudah menewaskan lebih dari 200 orang

Kuburan dengan banyak batu nisan.
ilustrasi korban jiwa (pexels.com/Ivan Cuesta)

Sejauh ini, serangan AS-Israel ke Iran sudah menewaskan lebih dari 200 orang. Jumlah ini bisa meningkat jika Negeri Paman Sam dan Israel terus melancarkan serangan ke Iran. Salah satu orang yang sudah dinyatakan tewas adalah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ia tewas usai AS dan Israel menyerang kediamannya di Teheran pada Sabtu lalu. 

Tewasnya Khamenei ini membuat seluruh warga Iran berduka. Oleh karena itu, Pemerintah Iran menetapkan status berkabung selama 40 hari untuk menghormati Khamenei. Iran juga berjanji akan membalas AS dan Israel dengan serangan-serangan yang lebih parah.

"Kemarin Iran menembakkan rudal ke Amerika Serikat dan Israel. Itu menyebabkan kerugian. Hari ini, kita akan menghantam mereka dengan kekuatan yang belum pernah mereka alami sebelumnya," kata Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, dalam pernyataannya dilansir CNA.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More