Kebijakan penanganan bencana berskala besar ini mencakup sekitar 40 persen dari seluruh wilayah Peru. Aturan tersebut tercantum dalam Dekret Supremo Nomor 097-2026-PCM yang ditandatangani oleh Presiden Jose Maria Balcazar.
Wilayah yang masuk dalam status darurat ini meliputi kota-kota penting seperti Lima, Cusco, Arequipa, hingga kawasan Amazon. Pemerintah memperkirakan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi di daerah-daerah tersebut.
Selain itu, dekret darurat ini mempermudah penggunaan anggaran di setiap instansi terkait. Pemerintah daerah kini bisa menggunakan dana secara mandiri tanpa harus bergantung pada tambahan anggaran dari kas negara, sehingga stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.
"Status darurat di 796 distrik ini berlaku selama 60 hari karena curah hujan yang tinggi akibat El Nino. Masa berlaku ini bisa diperpanjang sampai situasi benar-benar aman," ujar Perdana Menteri Luis Arroyo, dikutip dari Agencia Andina.