Jakarta, IDN Times - Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) mulai membahas kemungkinan membentuk cadangan bahan bakar minyak (BBM) regional di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap krisis energi global akibat perang di Timur Tengah. Wacana itu mencuat dalam KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina beberapa hari lalu.
Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong mengatakan, ide mengenai stok energi bersama masih berada pada tahap awal pembahasan. Namun menurutnya, usulan tersebut mulai mendapat perhatian setelah gangguan rantai pasok energi akibat penutupan Selat Hormuz.
“Jadi pertanyaannya, apakah kita bisa melakukan sesuatu yang serupa untuk energi, baik di dalam ASEAN maupun bersama mitra eksternal,” ujar Wong kepada wartawan di Cebu, dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (9/5/2026).
Wong menjelaskan, ASEAN sebenarnya telah memiliki skema cadangan beras darurat bersama China, Jepang, dan Korea Selatan melalui ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve. Skema itu memungkinkan distribusi cepat saat terjadi bencana tanpa mengganggu harga pasar.
Di tengah ancaman gangguan pasokan minyak dunia, ASEAN kini mulai melihat kemungkinan menerapkan mekanisme serupa untuk sektor energi. Pembahasan itu muncul ketika negara-negara Asia Tenggara menghadapi tekanan kenaikan harga energi dan ancaman kelangkaan pasokan.
