Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Di KTT ASEAN, Prabowo Pamer Program Energi Surya 100 Gigawatt RI

Di KTT ASEAN, Prabowo Pamer Program Energi Surya 100 Gigawatt RI
Presiden Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026) (dok. Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Presiden Prabowo mengumumkan program energi surya 100 gigawatt yang ditargetkan selesai dalam tiga tahun sebagai langkah besar diversifikasi energi Indonesia di hadapan pemimpin ASEAN.
  • Prabowo menyoroti konflik Timur Tengah sebagai peringatan bagi ASEAN tentang bahaya rivalitas geopolitik dan menyerukan pentingnya ketahanan energi serta keamanan jalur perdagangan kawasan.
  • Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan ASEAN harus tetap bersatu, menjaga budaya damai, dan mengedepankan dialog serta kerja sama untuk menghadapi tekanan global dan menjaga stabilitas regional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Indonesia tengah menyiapkan salah satu program energi surya paling ambisius di kawasan. Di hadapan para pemimpin ASEAN dalam Sidang Pleno KTT ke-48 di Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026), Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pembangunan program energi surya berkapasitas 100 gigawatt yang ditargetkan rampung dalam tiga tahun.

Langkah itu disampaikan Prabowo dalam konteks seruan diversifikasi energi yang dia tegaskan sebagai kebutuhan mendesak bagi seluruh negara ASEAN. Prabowo mengatakan, gangguan berkepanjangan pada jalur perdagangan global akibat konflik Timur Tengah telah menekan situasi energi kawasan secara signifikan dan tekanan itu belum akan mereda dalam waktu dekat.

“Diversifikasi energi bukan lagi pilihan. Ini vital, ini perlu. Kita harus bergerak lebih cepat. Kita harus mencari sumber-sumber alternatif dan kita harus mempersiapkan energi terbarukan,” kata Prabowo.

Selain program surya 100 gigawatt, Indonesia juga tengah mengembangkan bioenergi dan mempercepat penggunaan kendaraan listrik. Prabowo menegaskan, semua langkah itu adalah bagian dari upaya merombak arsitektur energi Indonesia secara menyeluruh.

1. Krisis energi kawasan belum akan mereda

Presiden Prabowo Subianto hadiri pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina, Jumat (8/5/2026) (dok. Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto hadiri pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina, Jumat (8/5/2026) (dok. Sekretariat Presiden)

Prabowo memperingatkan tekanan pada situasi energi negara-negara kawasan tidak menunjukkan tanda-tanda akan membaik. ASEAN, kata dia, harus bersiap menghadapi gangguan jangka panjang dengan pendekatan proaktif dan berorientasi jauh ke depan.

“Gangguan berkepanjangan di sepanjang jalur-jalur global utama sudah memberikan tekanan sangat tinggi pada situasi energi negara-negara kita dan tekanan itu tampaknya tidak akan mereda dalam waktu dekat,” ujar Prabowo.

Dia juga mengingatkan ketahanan kawasan tidak hanya soal energi, tetapi juga menyangkut penjagaan jalur perdagangan strategis di perairan ASEAN. Selain itu, gangguan tersebut juga turut mengguncang rantai pasok global dan langsung mengancam sistem ketahanan pangan kawasan.

2. Perang hanya berujung pada bencana

Presiden Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026)
Presiden Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026) (dok. Sekretariat Presiden)

Pengumuman program energi besar-besaran itu tidak lepas dari kerangka besar yang dibangun Prabowo sejak awal pidatonya. Konflik Timur Tengah adalah peringatan keras bagi ASEAN tentang bahaya rivalitas geopolitik. Bagi Prabowo, apa yang terjadi di sana bukan sekadar tragedi kemanusiaan melainkan pelajaran konkret yang harus diserap kawasan ini sebelum terlambat.

“Contoh dari saudara-saudara kita di Timur Tengah menunjukkan kepada kita betapa sia-sianya ambisi dan rivalitas geopolitik. Perang dan konflik hanya akan berujung pada bencana bagi rakyat kita, dan ini terjadi di depan mata kita setiap hari,” ujar Prabowo.

Dia menyerukan agar ASEAN tidak membiarkan rivalitas masa lalu menentukan masa kini dan masa depan kawasan. Indonesia, kata Prabowo, berkomitmen untuk menjalankan politik bertetangga baik dan berupaya menyelesaikan beban sejarah tanpa membiarkannya meracuni hubungan antarnegara saat ini.

Prabowo juga mengingatkan, gangguan pada jalur-jalur perdagangan strategis di perairan kawasan bukan hanya soal energi melainkan juga menyangkut rantai pasok global dan sistem ketahanan pangan. ASEAN, kata dia, harus siap menghadapi skenario terburuk dengan pendekatan yang proaktif dan berorientasi jauh ke depan.

“Ketahanan harus dibangun secara proaktif dengan pendekatan yang jelas dan berorientasi ke depan,” kata Prabowo.

3. ASEAN harus satu suara

Para pemimpin di KTT ke-48 ASEAN.
Para pemimpin di KTT ke-48 ASEAN. (Dok. Youtube SetPres)

Di luar soal energi, Prabowo juga menyampaikan pesan politik yang tegas bahwa ‘ASEAN tidak boleh terseret arus rivalitas kekuatan besar yang tengah mengguncang tatanan global.’ Pada saat perpecahan semakin dalam, dia menyerukan agar budaya damai ASEAN tidak hanya dipertahankan, tetapi dijadikan contoh bagi dunia.

“Kita tidak boleh terbawa arus dan tidak boleh dipengaruhi oleh arus rivalitas geopolitik dan ego yang ada saat ini,” kata Prabowo.

Prabowo menutup pidatonya dengan menegaskan krisis yang tengah berlangsung pada akhirnya akan berlalu, tetapi dia telah mengungkap kerentanan yang nyata. ASEAN, kata Prabowo, hanya punya satu kekuatan untuk mengatasinya: dialog dan kerja sama.

“Tidak ada kemakmuran tanpa perdamaian. Tidak ada perdamaian tanpa dialog dan kerja sama,” ucap dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More