Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, secara resmi menginstruksikan seluruh instansi pemerintah untuk tidak menyelenggarakan open house pada Hari Raya Idul Fitri 2026.
Hal itu juga berlaku bagi perusahaan terkait pemerintah (GLC) dan perusahaan investasi pemerintah sebagai bentuk respons atas dampak ekonomi yang dipicu oleh memanasnya konflik di Timur Tengah.
Selain membatasi perayaan, Anwar juga meminta frekuensi perjalanan dinas ke luar negeri dikurangi secara signifikan. Seluruh menteri dan jajaran pemerintahan wajib membatasi perjalanan internasional, kecuali untuk agenda yang sudah terjadwal dan bersifat mendesak.
“Ini untuk memberikan pesan agar pengeluaran dilakukan dengan lebih bijaksana,” kata di dilansir The Star, Rabu (11/3/2026).
