Gambar Masoud Pezeshkian, presiden kesembilan Iran, dalam sebuah wawancara dengan khamenei.ir pada tahun 2024. (Khamenei.ir, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Presiden Iran adalah kepala pemerintahan yang bertanggung jawab atas urusan eksekutif sehari-hari: mengelola kabinet, mengusulkan anggaran negra, serta menjalankan kebijakan domestik di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Melansir The Guardian, presiden Iran memimpin rapat kabinet dan bertanggung jawab langsung atas implementasi undang-undang yang disahkan parlemen.
Presiden dipilih langsung oleh rakyat setiap empat tahun sekali dan dapat menjabat maksimal dua periode. Namun sebelum nama mereka muncul di surat suara, semua kandidat harus mendapat persetujuan dari Dewan Wali. Itu adalah sebuah badan yang terdiri dari enam ahli hukum Islam yang ditunjuk langsung oleh supreme leader dan enam hakim yang direkomendasikan oleh kepala kehakiman.
Melansir Council on Foreign Relations, proses seleksi kandidat oleh Dewan Wali kerap menggugurkan calon reformis atau moderat, sehingga pilihan yang tersedia bagi pemilih sudah terlebih dahulu disaring secara ideologis.
Presiden Iran saat ini adalah Masoud Pezeshkian, seorang dokter bedah jantung yang memenangkan pemilihan pada Juli 2024 dengan mengusung platform moderat. Meski berjanji memperbaiki hubungan Iran dengan dunia internasional, ruang geraknya dalam kebijakan besar tetap dibatasi oleh garis yang ditetapkan supreme leader. Banyak analis menilai kemampuan Pezeshkian mendorong agenda moderatnya sangat bergantung pada toleransi dari supreme leader, bukan semata mandat dari pemilihnya.