Jakarta, IDN Times - Pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing berlangsung penuh simbol diplomatik, jamuan megah, serta sederet pesan optimistis mengenai masa depan hubungan dua negara terbesar ekonomi dunia. Namun hingga hari pertama pertemuan berakhir, belum ada kesepakatan dagang besar yang diumumkan.
Trump dan Xi bertemu lebih dari 2 jam di Great Hall of the People pada Kamis (14/4/2026) pagi waktu setempat. Gedung Putih menyebut pembicaraan itu berlangsung sangat produktif, sementara Trump menyebut hubungan AS-China sebagai hubungan ekonomi paling penting di dunia.
Meski begitu, hasil konkret dari pembicaraan masih terbatas pada komitmen menjaga gencatan perang dagang yang sebelumnya dicapai di Korea Selatan Oktober lalu. Kedua negara belum mengumumkan perjanjian struktural baru terkait tarif, investasi, maupun akses teknologi.
Kehadiran para bos perusahaan teknologi dan industri besar Amerika justru menjadi sorotan utama dalam lawatan Trump kali ini. Elon Musk, Jensen Huang dari Nvidia, hingga CEO Boeing Kelly Ortberg ikut dalam delegasi AS, memperlihatkan perdagangan, teknologi, dan investasi menjadi inti utama pertemuan di Beijing.
Xi dalam pertemuan itu juga menegaskan pentingnya stabilitas hubungan kedua negara. “Jika salah ditangani, kedua negara bisa bertabrakan atau bahkan masuk ke dalam konflik,” kata Xi terkait isu Taiwan, dikutip dari BBC, Jumat (15/5/2026).
