Trump dan Xi Jinping Kompak Tekankan Stabilitas Dunia Saat Krisis Global

- Xi Jinping dan Donald Trump menegaskan pentingnya stabilitas global serta kerja sama antara China dan AS di tengah ketegangan geopolitik dunia.
- Xi menyoroti tanggung jawab besar dua negara besar dalam menentukan arah hubungan internasional dan menekankan bahwa China-AS harus menjadi mitra, bukan rival.
- Trump menyatakan optimisme terhadap masa depan hubungan kedua negara, menilai komunikasi langsung antar pemimpin mampu menjaga stabilitas di tengah krisis global.
Jakarta, IDN Times - Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sama-sama menekankan pentingnya stabilitas global saat bertemu di Beijing, China. Di tengah ketegangan geopolitik dunia, mulai dari konflik di Timur Tengah, isu Taiwan, hingga rivalitas ekonomi, kedua pemimpin menampilkan nada yang lebih menekankan kerja sama dibanding konfrontasi.
Pertemuan keduanya tersebut menjadi salah satu agenda diplomatik paling disorot tahun ini. Xi dan Trump sama-sama menyebut hubungan antara Beijing dan Washington akan sangat menentukan arah dunia ke depan.
Dalam sambutannya, Xi mengatakan dunia saat ini sedang mengalami perubahan besar yang bergerak semakin cepat. Menurut dia, kondisi tersebut membuat hubungan China dan AS menjadi semakin penting.
“Dunia berada di persimpangan baru,” kata Xi Jinping di Beijing, Kamis (14/5/2026), dikutip dari siaran CCTV.
Ia mempertanyakan apakah kedua negara mampu bersama-sama menghadapi tantangan global dan membawa stabilitas internasional.
“Apakah China dan AS dapat bekerja sama menghadapi tantangan global? Apakah China dan AS dapat membawa lebih banyak stabilitas bagi dunia?” ujar Xi.
Trump juga menekankan pentingnya hubungan kedua negara. Ia menyebut, relasi Washington dan Beijing akan menjadi lebih baik di masa depan.
“Hubungan antara China dan Amerika Serikat akan lebih baik daripada sebelumnya,” kata Trump.
1. Xi soroti tanggung jawab dua negara besar

Dalam pidatonya, Xi berkali-kali menyinggung posisi China dan AS sebagai dua kekuatan utama dunia. Ia mengatakan, hubungan kedua negara bukan hanya berdampak bagi rakyat masing-masing, tetapi juga terhadap masa depan internasional.
“Ini adalah pertanyaan sejarah, pertanyaan dunia, dan pertanyaan rakyat,” ujar Xi.
Menurut Xi, para pemimpin kedua negara memiliki tanggung jawab besar untuk menentukan arah hubungan global di tengah ketidakpastian internasional.
“Ini juga saat ketika Anda dan saya, sebagai pemimpin negara besar, perlu menulis jawabannya bersama-sama,” katanya.
Xi juga menegaskan, Beijing memandang kerja sama dengan Washington lebih penting dibanding memperbesar perbedaan yang ada.
“Saya selalu percaya bahwa kepentingan bersama antara China dan Amerika Serikat lebih besar daripada perbedaannya,” ujar Xi.
Ia kemudian kembali menegaskan posisi China terkait hubungan bilateral dengan AS.
“China dan Amerika Serikat harus menjadi mitra, bukan rival,” kata Xi.
2. Trump bicara soal masa depan bersama

Sementara itu, Trump dalam sambutannya menekankan bagaimana hubungan personal antara dirinya dan Xi selama ini membantu menjaga komunikasi kedua negara.
Menurut dia, berbagai persoalan yang muncul selama ini dapat dibahas langsung melalui komunikasi antara kedua pemimpin.
“Ketika ada kesulitan, kami menyelesaikannya,” kata Trump.
“Saya akan menelepon Anda dan Anda menelepon saya. Setiap kali ada masalah, kami menyelesaikannya dengan sangat cepat,” lanjutnya.
Trump juga mengatakan, dirinya optimistis terhadap masa depan hubungan AS-China meski berbagai isu sensitif masih membayangi kedua negara.
“Kita akan memiliki masa depan yang luar biasa bersama,” ujar Trump.
Ia juga menyebut, pertemuan di Beijing menjadi salah satu forum internasional paling penting yang sedang diperhatikan dunia.
“Ada yang mengatakan ini mungkin pertemuan puncak terbesar yang pernah ada,” katanya.
3. Pertemuan digelar di tengah ketidakpastian global

Pertemuan Xi dan Trump berlangsung di tengah situasi global yang dipenuhi berbagai ketegangan. Hubungan China dan AS dalam beberapa tahun terakhir diwarnai perang dagang, persaingan teknologi, isu Taiwan, hingga perebutan pengaruh geopolitik.
Di saat yang sama, konflik di Timur Tengah dan gangguan rantai pasok energi dunia juga menjadi perhatian utama banyak negara.
Meski tidak membahas detail persoalan tersebut dalam sambutan pembuka, kedua pemimpin sama-sama menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan stabilitas.
Xi mengatakan, kerja sama China dan AS dapat memberikan dampak positif bagi dunia internasional.
“Kesuksesan China dan Amerika Serikat adalah peluang bagi satu sama lain,” ujarnya.
Trump pun menyampaikan pesan serupa dengan menekankan pentingnya hubungan baik kedua negara.
“Ini adalah kehormatan untuk menjadi teman Anda,” kata Trump kepada Xi Jinping.


















