Kasus Geravand terjadi setahun setelah kematian Mahsa Amini pada September 2022. Perempuan berusia 22 tahun itu ditahan oleh polisi moral pada 13 September karena diduga melanggar aturan berpakaian bagi muslimah.
Polisi moral mengatakan, dia memakai jilbabnya terlalu longgar, yang dinilai bertentangan dengan aturan berpakaian di Iran yang mengharuskan perempuan menutupi rambut sepenuhnya.
Amini dilaporkan pingsan di tahanan polisi dan meninggal tiga hari kemudian. Polisi Iran mengatakan, dia meninggal karena serangan jantung dan tidak dianiaya, namun keluarganya meragukan hal tersebut.
Kematiannya memicu protes anti-pemerintah selama berbulan-bulan yang kemudian berkembang menjadi unjuk rasa oposisi terbesar terhadap pemerintah Iran selama bertahun-tahun.
Sejak revolusi Iran 1979, perempuan di negara tersebut diwajibkan untuk menutupi rambut mereka dan mengenakan pakaian panjang dan longgar. Mereka yang melanggarnya dapat dikenai teguran publik, denda atau penangkapan. Namun sejak kematian Amini, banyak perempuan mulai menentang aturan berpakaian di Iran, dikutip Reuters.