Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
AS Ancam Zambia, Bakal Setop Bantuan Obat HIV
ilustrasi obat (unsplash.com/melany_tuinfosalud)
  • Amerika Serikat mengancam akan memotong bantuan obat HIV ke Zambia jika negara itu tidak membuka akses mineral langka bagi perusahaan tambang AS.
  • Sekitar 1,3 juta warga Zambia bergantung pada bantuan penanganan HIV dari AS, sehingga ancaman pemotongan bantuan menimbulkan kekhawatiran besar di masyarakat.
  • Pemerintah Zambia menunda persetujuan proposal bantuan karena dianggap bertentangan dengan kepentingan nasional dan meminta revisi agar lebih sesuai dengan kebutuhan dalam negeri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) menekan Zambia untuk bersedia membuka akses mineral langka kepada perusahaan tambangnya. Jika tidak, maka AS akan membatasi bantuan obat penanganan HIV ke Zambia. 

“Bantuan ini akan dipotong pada Mei jika tidak disetujui. Kami hanya akan memprioritaskan diri kami dengan berniat menarik dukungan ke Zambia dalam skala besar,” ungkap Kementerian Luar Negeri AS, dilansir dari The Independent, Rabu (18/3/2026).

Hubungan AS dan Zambia merenggang dalam beberapa bulan terakhir. Terutama sejak AS memberlakukan pembayaran jaminan untuk pembuatan visa kepada warga Zambia. 

1. AS minta akses lebih besar pada mineral langka Zambia

Proposal persetujuan bantuan kesehatan baru dari AS ke Zambia ini bernilai sekitar 1 miliar dolar AS (Rp16,9 triliun) dalam 5 tahun. Namun, Zambia harus memberikan akses lebih besar kepada perusahaan AS untuk mengeksploitasi cadangan lithium, tembaga, dan kobalt. 

Meskipun demikian, bantuan baru dari AS ini jauh lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Washington sudah memberikan bantuan ke Zambia untuk menangani HIV sejak 2003 melalui program PEDFAR yang nilainya lebih dari 6 miliar dolar AS (Rp101,8 triliun) per tahun. 

2. Zambia sangat membutuhkan bantuan penanganan HIV dari AS

Dilansir Business Insider Africa, sekitar 1,3 juta warga Zambia bergantung pada bantuan penanganan HIV dari AS. Di samping bantuan HIV, Zambia juga bergantung pada penanganan TBC dan malaria. 

Sejumlah warga Zambia mengaku khawatir dengan pemotongan bantuan HIV dari AS akan berdampak buruk. Salah satu warga Zambia, Julis Kachidza mengaku sangat membutuhkan obat penanganan HIV. 

“Ini akan menjadi sebuah bencana, terutama bagi saya karena anak saya juga lahir terjangkit virus HIV. Selain itu, mayoritas dari warga yang terjangkit HIV di Zambia,” tuturnya. 

3. Zambia tunda setujui bantuan AS karena berlawanan dengan kepentingan nasional

Pada Februari, Zambia menunda proposal bantuan kesehatan dari AS. Sebab, Zambia merasa proposal bantuan AS yang meminta pembukaan akses mineral langkanya tidak sesuai dengan kepentingan nasional. 

Dilansir Africa News, Zambia meminta revisi dari proposal tersebut. Selain itu, Presiden Zambia, Hakainde Hichilema melihat pemotongan bantuan ini adalah kesempatan negaranya untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dalam negeri sendiri. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team