Zambia Jadi Negara Pertama yang Terima Pajak Tambang dengan Yuan

- Bank Zambia terapkan strategi manajemen penyimpanan untuk pembayaran pajak tambang dan royalti menggunakan yuan.
- Zambia meminta kompensasi China atas tumpahan polutan tambang tembaga yang terjadi pada Februari 2025.
- China setuju perbarui proyek jalur kereta api dari Zambia ke Tanzania dengan investasi mencapai 1,4 miliar dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Zambia akan menjadi negara pertama yang menerima pembayaran pajak tambang dan royalti menggunakan mata uang China, yuan. Keputusan ini menjadi penanda ekspansi pengaruh penggunaan mata uang China di Afrika.
Pada Agustus, Kenya sudah meminta China untuk menyetujui pembayaran utang proyek kereta api menggunakan yuan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi tekanan utang Kenya dengan dolar Amerika Serikat (AS).
Table of Content
1. Bank Zambia terapkan strategi manajemen penyimpanan

Bank Zambia menyatakan, pembayaran menggunakan yuan sudah dilakukan sejak Oktober 2025. Kebijakan ini bertujuan untuk mengatur strategi penyimpanan dan realita ekspor Zambia.
“Sebagian besar ekspor tembaga Zambia pergi ke China dan perusahaan tambang China sudah menerimanya. Bank Zambia harus mendiversifikasi dan membangun penyimpanan sebagai kunci objektif dan membeli yuan untuk aktualisasi tujuannya,” terangnya, dikutip Business Insider Africa.
Selain itu, menyimpan mata uang yuan diyakini akan membuat pembayaran utang layanan ke China lebih murah. Dengan ini, pembayaran utang diharapkan dapat lebih efektif.
2. Zambia minta kompensasi China atas tumpahan polutan tambang tembaga

Pada September, Zambia sudah mendesak perusahaan tambang China untuk memberikan kompensasi atas tumpahnya polutan beracun dari tambang tembaga. Tumpahan itu diketahui terjadi pada Februari 2025 saat bendungan di Sino Metals Leach Zambia bocor.
Dilansir BBC, perusahaan itu sudah meminta maaf dan berjanji untuk memberikan kompensasi kepada korban terdampak. Sejumlah kedutaan negara lain sudah memperingatkan warganya untuk menghindari sejumlah area terkait menyebarnya polutan.
Anak perusahaan milik negara China itu menyebut bahwa ada 50 ribu polutan yang tumpah ke anak sungai yang terhubung ke Sungai Kafue. Namun, perusahaan analisis lingkungan asal Afrika Selatan menemukan bahwa tumpahan material beracun itu mencapai 1,5 juta ton.
3. China setuju perbarui proyek jalur kereta api dari Zambia ke Tanzania

Pada November, China mengungkapkan, akan menambah investasi tambang di Zambia. Selain itu, Beijing juga mengaku akan memperbarui proyek jalur kereta api Tazara yang menghubungkan Zambia ke pelabuhan di Dar es Salaam, Tanzania.
Dilansir Africa News, investasi ini diperkirakan mencapai 1,4 miliar dolar AS (Rp23 triliun). Perbaikan jalur kereta api ini sebagai langkah besar untuk meningkatkan ekspor tembaga dari Zambia ke China lewat pelabuhan di Tanzania.
“Rakyat China mengambil keputusan untuk mendukung saudaranya di Zambia dalam membangun jalur kereta api yang menghubungkan Zambia ke Samudra Hindia. Sementara itu, rute selatan ditutup terkait masalah kolonial,” ujar Presiden Zambia, Hakainde Hichilema.



















