Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tentara sedang naik ke helikopter.
ilustrasi pasukan militer Amerika Serikat (pexels.com/Art Guzman)

Intinya sih...

  • AS sudah mengirim pasukan ke Nigeria pada pekan lalu.

  • Langkah ini dilakukan untuk menjaga Nigeria dari serangan pasukan ISWAP dan kelompok pemberontak lainnya, seperti Boko Haram.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat bakal mengirim 200 pasukan militernya untuk melatih dan membantu tentara Nigeria memerangi pasukan kelompok Negara Islam Afrika Barat (ISWAP). Kabar tersebut disampaikan oleh pejabat tinggi militer AS yang tidak disebut namanya pada Selasa (10/2/2026). 

Rencana pengiriman pasukan AS ke Nigeria ini merupakan keinginan Presiden Donald Trump. Sebab, Trump ingin membantu Nigeria untuk memerangi kelompok ISWAP yang kerap melakukan aksi pemberontakan di sana. Trump mengatakan, pemerintahnya kemungkinan bakal melakukan lebih banyak intervensi militer di Nigeria untuk mengatasi masalah tersebut.

1. AS sudah mengirim pasukan ke Nigeria pada pekan lalu

ilustrasi pasukan militer Amerika Serikat (pexels.com/Art Guzman)

Amerika Serikat sebetulnya sudah mengirim pasukan ke Nigeria pada pekan lalu. Langkah ini dilakukan untuk menjaga Nigeria dari serangan pasukan ISWAP dan kelompok pemberontak lainnya, seperti Boko Haram. Namun, tidak disebutkan secara detail berapa jumlah pasukan yang saat itu dikirim AS ke sana. 

“Hal itu telah mendorong peningkatan kolaborasi antara negara kita, termasuk tim kecil pasukan Amerika Serikat yang membawa beberapa kemampuan unik untuk melengkapi apa yang telah dilakukan Nigeria selama beberapa tahun terakhir,” kata kepala US Africa Command, Jenderal Dagvin RM Anderson, seperti dilansir ABC News.

2. ISWAP kerap melakukan penyerangan terhadap umat Kristen di Nigeria

ilustrasi umat Kristen (pexels.com/cottonbro studio)

ISWAP sendiri merupakan kelompok milisi yang berafiliasi langsung dengan Organisasi Islam Irak-Suriah (ISIS). Mereka kerap melakukan pemberontakan di Nigeria. Dalam melakukan aksinya, milisi tersebut biasanya menyasar umat Kristen yang sedang beribadah. 

Pada Desember 2025 lalu, misalnya, kelompok ISWAP melakukan serangan terhadap umat Kristen yang sedang merayakan Natal di Nigeria. Imbas serangan tersebut, Donald Trump langsung memerintahkan pasukan AS melakukan intervensi militer ke Nigeria untuk memerangi ISWAP.  Operasi militer tersebut dilakukan pada malam Natal. Oleh karena itu, Trump menyebut serangan tersebut sebagai "Kado Natal" bagi para pemberontak.

"Mereka (militer AS) sebenarnya berencana melakukan serangan lebih awal. Aku bilang, 'tidak, mari kita berikan hadiah Natal'. Mereka tidak menyangka itu akan terjadi. Namun, kami menyerang mereka dengan keras. Setiap kamp hancur lebur," ujar Trump usai melakukan serangan kepada kelompok ISWAP di Nigeria dilansir BBC.

3. AS menuduh Nigeria tidak bisa menjaga umat Kristen di wilayahnya

ilustrasi umat Kristen (pexels.com/RDNE Stock project)

Usai serangan ISWAP, Amerika Serikat menuduh Pemerintah Nigeria telah gagal melindungi umat Kristen di wilayahnya. Bahkan, AS menuduh Nigeria berada di balik serangan-serangan tersebut. 

Namun, semua tuduhan itu dibantah oleh Pemerintah Nigeria. Nigeria mengatakan selalu menghormati umat Kristen dan tidak pernah melakukan serangan apa pun terhadap mereka. Apalagi, melakukan serangan yang memakan korban jiwa. 

Nigeria justru ingin bekerja sama dengan Negeri Paman Sam untuk memerangi ISWAP. Sebab, keberadaan mereka sudah sangat meresahkan karena sering menebar ancaman.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team