Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Diculik Bulan Lalu, 166 Jemaat Gereja di Nigeria Kini Bebas

ilustrasi tentara (unsplash.com/Pawel Janiak)
ilustrasi tentara (unsplash.com/Pawel Janiak)
Intinya sih...
  • 11 dari 177 orang yang diculik berhasil melarikan diri, setelah sejumlah pria bersenjata datang ke Kurmin Wali dan membawa mereka ke hutan.
  • Penculikan di Nigeria bermotif uang tebusan
  • Praktik ini telah berkembang menjadi industri terstruktur dan mencapai keuntungan sekitar 1,66 juta dolar AS dalam satu tahun.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - ⁠Asosiasi Kristen Nigeria (CAN), pada Kamis (5/2/2026), mengumumkan bahwa pasukan keamanan telah berhasil membebaskan 166 orang yang diculik dari Kurmin Wali, negara bagian Kaduna, bulan lalu. Namun, tidak dijelaskan bagaimana proses pembebasan tersebut dilakukan.

Pemerintah Nigeria sejauh ini belum memberikan komentar publik terkait pembebasan tersebut. Namun, laporan media lokal menyebutkan bahwa Gubernur negara bagian Kaduna, Uba Sani, membenarkan kembalinya 82 orang yang sebelumnya diculik.

1. 11 dari 177 orang yang diculik berhasil melarikan diri

ilustrasi gereja (unsplash.com/Kenny Eliason)
ilustrasi gereja (unsplash.com/Kenny Eliason)

Pada 18 Januari, sejumlah pria bersenjata datang ke Kurmin Wali. Mereka disebut mendobrak pintu dan memerintahkan orang-orang keluar dari rumah mereka dan tiga gereja di desa tersebut. Sedikitnya 177 orang diculik dan dibawa ke hutan, tapi 11 di antaranya berhasil meloloskan diri.

Awalnya, pejabat negara bagian Kaduna membantah adanya serangan tersebut. Namun, selang 2 hari kemudian, pejabat pemerintah mengakui bahwa telah terjadi penculikan dan berjanji akan membantu mengupayakan pemulangan para warga desa.

Dilansir dari Al Jazeera, kepala desa Kurmin Wali saat itu mengatakan bahwa para penculik menuduh masyarakat mengambil 10 sepeda motor yang mereka sembunyikan di semak-semak. Mereka menuntut barang tersebut dikembalikan sebagai syarat untuk pembebasan warga.

2. Banyak penculikan di Nigeria bermotif uang tebusan

ilustrasi kota di Nigeria (unsplash.com/Namnso Ukpanah)
ilustrasi kota di Nigeria (unsplash.com/Namnso Ukpanah)

Penculikan massal kerap terjadi di Nigeria, umumnya dilakukan demi mendapatkan uang tebusan. Kelompok bersenjata biasa menggunakan uang tersebut untuk mendanai kegiatan kriminal lainnya dan mengontrol desa-desa.

Menurut laporan terbaru dari konsultan SBM yang berbasis di Nigeria, praktik penculikan ini telah berkembang menjadi industri terstruktur, dengan keuntungan mencapai sekitar 1,66 juta dolar AS (sekitar Rp28 miliar) dalam kurun waktu satu tahun dari Juni 2024 hingga Juli 2025.

Pada November 2025, lebih dari 300 siswa dan guru ditangkap dari sebuah sekolah Katolik. Mereka dibebaskan beberapa minggu kemudian dalam dua gelombang. Peristiwa ini merupakan salah satu dari serangkaian penculikan yang menarik perhatian media internasional.

3. Nigeria siap kerjasama dengan AS untuk tingkatkan keamanan

seorang pria memegang bendera Nigeria (unsplash.com/Emmanuel Ikwuegbu)
seorang pria memegang bendera Nigeria (unsplash.com/Emmanuel Ikwuegbu)

Selain penculikan, Nigeria juga menghadapi berbagai tantangan keamanan lainnya, seperti pemberontakan Islamis di wilayah timur laut, kekerasan separatis di tenggara, dan konflik antara peternak dan petani di wilayah tengah terkait akses lahan dan air. Menurut pakar, korupsi, buruknya pertukaran informasi intelijen, dan minimnya pendanaan bagi kepolisian lokal telah menghambat upaya penanganan krisis tersebut.

Nigeria juga mendapat sorotan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menuduh negara itu gagal menghentikan penganiayaan terhadap umat Kristen. Pada 25 Desember, pasukan AS melancarkan serangan terhadap apa yang mereka sebut sebagai sasaran teroris di Nigeria.

Abuja menyatakan pihaknya bekerja sama dengan Washington untuk meningkatkan keamanan, tapi membantah adanya penganiayaan sistematis terhadap umat Kristen.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Kejar Target Pemvisaan Haji 2026, Tim Dokumen Kemenhaj Bekerja 24 Jam

09 Feb 2026, 00:04 WIBNews