Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS), pada Rabu (18/2/2026), mengumumkan pembatasan visa tambahan yang menargetkan pejabat dan eksekutif Iran yang dituduh berperan dalam menekan protes antirezim baru-baru ini dan membatasi akses internet di negara tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, Departemen Luar Negeri AS mengatakan pemerintah menargetkan 18 pejabat Iran dan pemimpin industri telekomunikasi beserta anggota keluarga mereka.
“Kebijakan pembatasan visa ini akan menargetkan individu yang terlibat, atau diduga terlibat, dalam pelanggaran hak asasi manusia yang serius, terutama menghalangi hak warga Iran untuk berekspresi secara bebas dan berkumpul secara damai. Saat ini, 58 individu telah menjadi target dari kebijakan ini,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott.
