pasukan Garda Revolusi Iran (Mehr News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
Berdasarkan keterangan pejabat AS, saat ini terdapat dua skenario utama yang sedang dipertimbangkan untuk mengamankan uranium Iran. Opsi pertama adalah mengangkut seluruh uranium keluar dari wilayah Iran. Sementara itu, skenario kedua melibatkan pengerahan pakar nuklir untuk mengencerkan material langsung di tempat.
Misi penuh risiko ini kemungkinan akan memadukan personel militer khusus dengan ilmuwan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Mereka nantinya harus mampu menembus fasilitas nuklir bawah tanah Iran.
Opsi pengerahan personel bersenjata disebut sudah pernah diajukan kepada Trump bahkan sebelum perang pecah. Rencana operasi yang diajukan bentuknya lebih mirip misi khusus berskala kecil, bukan invasi pasukan besar-besaran seperti di Irak.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sempat menyinggung soal urgensi pengamanan material nuklir Iran dalam sebuah sesi pengarahan tertutup di hadapan jajaran anggota Kongres AS.
"Harus ada orang yang masuk ke Iran dan mengambilnya," ujar Rubio, dilansir Axios pada Minggu (8/3/2026).