Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Konflik Meluas, RI Desak AS-Israel dan Iran Hentikan Serangan

Konflik Meluas, RI Desak AS-Israel dan Iran Hentikan Serangan
Kepulan asap membubung setelah serangan terhadap ibu kota Iran, Teheran, pada 3 Maret 2026. (ATTA KENARE/AFP)
Intinya Sih
  • Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya konflik di Timur Tengah dan menyerukan semua pihak menahan diri agar situasi tidak semakin memburuk.
  • Indonesia mendesak Amerika Serikat, Israel, dan Iran segera menghentikan serangan serta menekankan pentingnya penyelesaian melalui dialog dan diplomasi damai.
  • Kemlu RI menegaskan kepatuhan terhadap hukum internasional dan memastikan keselamatan WNI dengan memantau situasi serta menyiapkan langkah kontinjensi bila kondisi memburuk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan dan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI setelah menerima laporan situasi keamanan dari sejumlah perwakilan Indonesia di kawasan tersebut.

Pemerintah menilai eskalasi konflik yang terjadi belakangan ini berpotensi menimbulkan dampak lebih luas terhadap stabilitas kawasan. Oleh karena itu, Indonesia menyerukan semua pihak yang terlibat untuk menahan diri dan menghindari langkah-langkah yang dapat memperburuk situasi.

Dalam pernyataannya, pemerintah juga menekankan pentingnya upaya deeskalasi konflik melalui jalur diplomasi. Indonesia menilai dialog menjadi langkah penting untuk meredakan ketegangan yang terus meningkat.

“Setelah menerima laporan dari berbagai Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah mengenai situasi keamanan yang semakin mengkhawatirkan di kawasan, Pemerintah Indonesia kembali menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya dan meluasnya ketegangan serta dampaknya di Timur Tengah,” demikian pernyataan Kemlu RI di akun X, Senin (9/3/2026).

Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi yang terjadi di kawasan tersebut.

1. RI minta Israel-AS dan Iran hentikan serangan

Gedung Kementerian Luar Negeri
Ilustrasi gedung Kementerian Luar Negeri di Pejambon, Jakarta Pusat. (IDN Times/Sonya Michaella)

Dalam pernyataan tersebut, pemerintah Indonesia secara khusus menyerukan penghentian serangan yang terjadi antara negara-negara yang terlibat dalam konflik. Indonesia meminta Amerika Serikat dan Israel menghentikan serangan terhadap Iran yang telah memicu eskalasi konflik di kawasan.

Pada saat yang sama, Indonesia juga meminta Iran menghentikan serangan yang menargetkan negara-negara tetangga.

“Pemerintah Indonesia menyerukan kepada Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran, serta menyerukan kepada Iran untuk menghentikan serangan yang menargetkan negara-negara tetangga di kawasan,” demikian pernyataan Kemlu.

Serangan yang dimaksud termasuk yang menargetkan sejumlah negara di kawasan Teluk seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Oman, Bahrain, Kuwait, dan Yordania. Indonesia menilai penghentian serangan dari semua pihak menjadi langkah penting untuk mencegah konflik yang lebih luas.

2. Pentingnya hukum internasional

Sekolah Shajareh Tayyebeh di kota Minab, Iran
Sekolah Shajareh Tayyebeh di kota Minab, Iran (Mehr News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Selain menyerukan penghentian serangan, Indonesia juga menekankan pentingnya semua pihak mematuhi hukum internasional dalam setiap tindakan yang diambil. Pemerintah menegaskan, penggunaan kekuatan terhadap kedaulatan negara lain bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional.

“Indonesia menegaskan kembali kewajiban semua pihak untuk menegakkan prinsip-prinsip hukum internasional, khususnya mengenai larangan penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara,” lanjut pernyataan tersebut.

Kemlu menyaakan Indonesia juga mendorong semua pihak yang terlibat untuk mengedepankan upaya damai dalam menyelesaikan konflik.

“Indonesia mendorong para pihak untuk menahan diri secara maksimal, meredakan ketegangan, serta kembali ke meja perundingan melalui dialog dan diplomasi,” sambung Kemlu.

3. Kemlu memantau dampak konflik terhadap WNI

ilustrasi WNI kembali ke Indonesia
ilustrasi WNI kembali ke Indonesia (kemlu.go.id)

Di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah, pemerintah Indonesia juga terus memantau dampak situasi tersebut terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang berada di berbagai negara di kawasan tersebut. Kemlu menyatakan berbagai perwakilan Indonesia di luar negeri terus memberikan laporan perkembangan situasi keamanan di wilayah masing-masing.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan langkah-langkah kontinjensi jika kondisi keamanan semakin memburuk.

“Pemerintah Indonesia terus memantau secara dekat dampak konflik terhadap WNI yang berada di kawasan dan telah menyiapkan langkah kontijensi jika kondisi mengharuskan dilakukan repatriasi dari berbagai negara,” demikian pernyataan Kemlu RI.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan keselamatan seluruh WNI yang berada di kawasan konflik.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More