Jakarta, IDN Times - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan mulai mengkaji pendekatan baru dalam menghadapi Iran. Setelah berminggu-minggu diwarnai tekanan militer, Washington kini diam-diam mempertimbangkan jalur diplomasi dengan mencari figur kunci di dalam sistem politik Iran yang dinilai bisa diajak bernegosiasi.
Salah satu nama yang mencuat adalah Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Politisi berusia 64 tahun itu disebut-sebut sebagian sosok yang ‘bisa diajak bekerja sama’ dalam fase berikutnya dari konflik yang telah mengguncang kawasan dan pasar global.
Meski demikian, sumber internal menyebut pemerintah AS belum mengambil keputusan final. Mereka masih menguji sejumlah kandidat potensial yang dianggap memiliki pengaruh di dalam negeri Iran sekaligus peluang untuk membuka ruang kesepakatan dengan Washington.
Langkah ini mencerminkan perubahan arah dari strategi konfrontatif menuju upaya mencari jalan keluar dari konflik yang kian kompleks, di tengah lonjakan harga minyak, tekanan ekonomi global, dan kekhawatiran eskalasi yang lebih luas.
