bendera Uni Emirat Arab (unsplash.com/Saj Shafique)
Kuwait menyepakati salah satu paket persenjataan tunggal terbesar senilai 8 miliar dolar AS (Rp135 triliun). Dana tersebut dialokasikan untuk sistem radar sensor pertahanan udara dan rudal tingkat bawah.
UEA akan menerima paket persenjataan militer senilai lebih dari 8,4 miliar dolar AS (Rp142 triliun) yang mencakup radar pelacak ancaman rudal balistik jarak jauh seharga 4,5 miliar dolar AS (Rp76 triliun). Abu Dhabi juga membeli sistem penangkal drone, rudal udara-ke-udara, serta amunisi mutakhir untuk jet tempur F-16.
Sementara itu, Yordania mendapatkan alokasi dukungan militer senilai 70,5 juta dolar AS (Rp1,1 triliun) yang berfokus pada pemeliharaan, logistik, dan dukungan amunisi untuk armada udara mereka. Armada penerbangan yang masuk dalam program perawatan ini meliputi pesawat tempur F-16, C-130, dan F-5.
"Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional AS dengan meningkatkan keamanan mitra pertahanan utama," kata perwakilan Kementerian Luar Negeri AS, dilansir Al Jazeera.
Pengadaan senjata bernilai fantastis ini juga menguntungkan sejumlah perusahaan manufaktur alutsista raksasa AS. RTX Corporation, Northrop Grumman, dan Lockheed Martin Corporation akan menjadi kontraktor utama yang memproduksi pesanan tersebut.