Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Israel Ancam Invasi Lebanon untuk Lucuti Senjata Hizbullah

Israel Ancam Invasi Lebanon untuk Lucuti Senjata Hizbullah
tentara Israel di Lebanon selatan. (wikimedia/IDF Spokesperson's Unit)
Intinya Sih
  • PM Israel Benjamin Netanyahu mengancam operasi darat ke Lebanon untuk melucuti Hizbullah, menuding pemerintah Lebanon gagal menindak kelompok bersenjata yang didukung Iran.
  • Militer Israel menggempur berbagai titik di Beirut, termasuk kawasan padat penduduk dan fasilitas pendidikan, menewaskan ratusan warga serta memicu kepanikan luas.
  • Eskalasi serangan menyebabkan lebih dari 800 ribu warga Lebanon mengungsi, dengan fasilitas penampungan penuh dan situasi kemanusiaan semakin memburuk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Referensi:

https://www.aljazeera.com/news/2026/3/12/israel-attacks-central-beirut-in-escalation-of-deadly-assault-on-lebanon

https://www.newarab.com/news/netanyahu-vows-ground-action-disarm-hezbollah

https://www.timesofisrael.com/liveblog_entry/netanyahu-leaves-door-open-for-lebanon-to-act-against-hezbollah-before-israel-exacts-very-heavy-price/

https://www.jpost.com/israel-news/article-889818

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan meluncurkan operasi darat ke Lebanon untuk melucuti senjata kelompok Hizbullah jika pemerintah setempat gagal melakukannya. Peringatan ini muncul saat militer Israel kembali membombardir wilayah ibu kota Beirut pada hari Kamis (12/3/2026).

Serangan ini merupakan eskalasi terbaru sejak meluasnya konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran yang telah berlangsung hampir dua pekan. Hingga kini, rentetan serangan Israel di Lebanon telah merenggut nyawa lebih dari 687 orang dan melukai sedikitnya 1.500 lainnya.

1. Israel ultimatum Lebanon untuk segera melucuti Hizbullah

PM Israel Benjamin Netanyahu
PM Israel Benjamin Netanyahu (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Dalam sebuah konferensi pers, Netanyahu menyatakan otoritas Lebanon sedang bermain api dengan membiarkan Hizbullah beroperasi. Ia menuntut pemerintah Lebanon segera memenuhi komitmennya untuk melucuti kelompok yang didukung Iran tersebut.

"Jika Anda tidak melakukannya, jelas kami yang akan bertindak," tegas Netanyahu, dilansir The New Arab.

Rencana operasi darat bergulir setelah Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menginstruksikan pasukannya untuk bersiap memperluas serangan. Katz juga telah memberikan peringatan langsung kepada Presiden Lebanon Joseph Aoun terkait ancaman invasi ini.

Israel menuduh Hizbullah sebelumnya memiliki 150 ribu roket dan rudal yang dapat menghancurkan Tel Aviv. Senjata-senjata itu diperkirakan mampu memicu hingga 20 ribu korban jiwa jika tidak dihancurkan. Meski sebagian besar persenjataan telah dilemahkan, kelompok tersebut dinilai masih memiliki kapasitas serangan yang berbahaya.

Hizbullah sendiri telah menembakkan sekitar 200 roket ke wilayah utara Israel dalam satu malam pada Rabu lalu. Serangan mendadak ini membuat sistem pertahanan Iron Dome bekerja ekstra untuk melindungi wilayah Israel.

2. Israel serang berbagai target di ibu kota Beirut

sudut kota Beirut, Lebanon.
sudut kota Beirut, Lebanon. (unsplash.com/christellehayek)

Militer Israel tidak henti-hentinya menggempur jantung kota Beirut dengan menyasar kawasan padat penduduk. Salah satu gempuran menghantam gedung di Bashoura yang berdekatan dengan pusat komersial kota. Militer Israel beralasan bahwa bangunan tersebut digunakan Hizbullah untuk menyembunyikan aset keuangannya.

Serangan lanjutan menghantam firma keuangan Al Qard Al Hassan di lingkungan Zoukak El-Blat. Gelombang serangan memicu kepanikan warga yang tidak mendapat peringatan evakuasi sebelumnya.

Tragedi berdarah juga terjadi di area tepi pantai Ramlet al-Bayda saat keluarga pengungsi yang tidur di tenda menjadi sasaran. Sedikitnya 12 nyawa melayang dan 28 orang terluka akibat serangan mematikan tersebut. Bercak darah dan kendaraan yang hancur dilaporkan terlihat di sekitar lokasi kejadian.

Fasilitas pendidikan tidak luput dari serangan setelah drone Israel menyerang Universitas Lebanon di Hadath. Insiden tragis tersebut menewaskan dua orang akademisi.

3. Serangan Israel picu gelombang pengungsian massal

bendera Lebanon.
bendera Lebanon. (unsplash.com/Charbel Karam)

Meningkatnya intensitas peperangan memicu krisis kemanusiaan di berbagai penjuru Lebanon. Otoritas nasional mencatat lebih dari 800 ribu penduduk terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka. Sebagian besar dari mereka kehilangan tempat bernaung setelah desa dan pemukiman luluh lantak dibom.

Sebelumnya, Israel telah merilis perintah evakuasi bagi seluruh warga yang menetap di selatan Sungai Zahrani yang berjarak sekitar 45 kilometer dari perbatasan. Deputi Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia (WFP) Carl Skau menyebut angka perpindahan warga ini sangat masif dan terjadi hanya dalam satu pekan.

Saat ini, sekitar 90 persen fasilitas penampungan yang disediakan oleh pemerintah sudah terisi penuh. Pengungsi terpaksa bertahan di sekolah, menumpang di rumah kerabat, hingga mendirikan tenda seadanya di jalanan kota.

"Kami tidak akan pergi, kami akan tetap di sini bahkan jika kami harus mati," ucap seorang pengungsi bernama Dalal al-Sayed, dilansir The New Arab.

Sementara itu, militer Israel telah menyiagakan empat divisi di Lebanon selatan. Divisi 36 dan 91 dilaporkan sedang bergerak semakin dalam untuk melumpuhkan pertahanan Hizbullah. Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir menegaskan bahwa front Lebanon kini sama pentingnya dengan konflik utama melawan Iran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More