Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS), pada Selasa (10/2/2026), menjatuhkan sanksi terhadap sebuah perusahaan emas di Lebanon yang dituduh memiliki hubungan dengan kelompok Hizbullah.
Departemen Keuangan AS menyatakan bahwa perusahaan Jood SARL berperan dalam membantu mengonversi cadangan emas Hizbullah menjadi dana yang dapat digunakan untuk mendukung pemulihan kembali kelompok tersebut.
“Hizbullah adalah ancaman terhadap perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah. Departemen Keuangan akan berupaya untuk memutus kelompok teroris ini dari sistem keuangan global demi memberikan Lebanon kesempatan untuk kembali damai dan sejahtera," demikian pernyataan dari Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dikutip dari Al Jazeera.
