Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat menyebut milisi Hizbullah menjadi penghambat proses perdamaian antara Israel dan Lebanon. Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, kepada awak media di Gedung Putih, Washington D.C., pada Selasa (5/5/2026).
Rubio mengatakan, kesepakatan damai antara Israel dan Lebanon sebetulnya bisa segera diraih. Masalahnya, Hizbullah kerap membuat onar dengan menyerang Israel di tengah gencatan senjata yang sedang berlangsung. Inilah yang lantas membuat proses perdamaian kedua negara berjalan alot.
"Secara umum, saya pikir kesepakatan perdamaian antara Lebanon dan Israel sangat mungkin tercapai dan memang seharusnya demikian. Masalahnya bukanlah Israel atau Lebanon, melainkan Hizbullah itu sendiri," kata Rubio, seperti dilansir Jerusalem Post.
