Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS), pada Sabtu (10/1/2026), memperingatkan Honduras terkait konsekuensi penolakan hasil pemilihan presiden (pilpres). Washington menyebut pilpres Honduras dilangsungkan dengan adil dan bebas.
“Suara dari 3,8 juta rakyat Honduras sudah ditunjukkan dan Dewan Pemilu Nasional (CNE) sudah menetapkan pemenang pilpres. Segala upaya untuk mengubah hasil pilpres Honduras secara ilegal akan mendapat konsekuensi besar,” tuturnya, dikutip dari EFE.
Sebelumnya, AS dituding melakukan intervensi terhadap pilpres di negara Amerika Tengah tersebut. Sebab, Presiden AS, Donald Trump menyatakan dukungan kepada calon dari Partai Nasional yang kini jadi presiden terpilih, Nasry Asfura.
