Anggota Parlemen Honduras Dilempar Bom saat Berada di Kantornya

- Asfura kecam serangan kepada Lopez, menegaskan pemilu berjalan bersih.
- Keamanan di sekitar gedung parlemen ditingkatkan untuk mencegah serangan.
- Asfura berhasil memenangkan pilpres Honduras meskipun ditolak oleh partai oposisi.
Jakarta, IDN Times - Sebuah ledakan terjadi di dekat Parlemen Honduras beberapa saat sebelum dimulainya rapat. Insiden ini mengakibatkan seorang anggota parlemen oposisi, Gladys Aurora Lopez, mengalami luka-luka di bagian kepala dan punggung.
Dilansir The Latin Times, pelemparan bom ini terjadi ketika Lopez menanggapi jawaban dari wartawan. Sementara, rapat pleno parlemen rencananya akan membahas hasil pemilihan umum (pemilu) yang yang mendeklarasikan kemenangan calon presiden dari Partai Nasional, Nasry Asfura.
Pada Desember 2025, Honduras sudah mengadakan pemilu untuk menentukan pemimpin 4 tahun ke depan. Namun, pilpres Honduras dilanda masalah dugaan kecurangan dan intervensi dari Amerika Serikat (AS).
1. Asfura kecam serangan kepada Lopez
Asfura mengecam keras insiden serangan kepada Lopez. Ia mengungkapkan bahwa kondisi Lopez sudah membaik setelah terkena luka dalam ledakan.
“Saya tidak ingin percaya bahwa insiden ini dilandasi oleh motif politik. Namun, peristiwa ini seharusnya tidak terjadi. Pemilu di Honduras berjalan dengan bersih dan akan ada presiden baru dan anggota parlemen baru,” tuturnya, dikutip dari EFE, Sabtu (10/1/2026).
Presiden terpilih Honduras itu menyatakan bahwa semua pihak harus menghormati hukum dan menjunjung perdamaian di Honduras. Ia menekankan agar semuanya tidak memperpanjang kebencian dan harus bersama-sama melihat ke depan.
2. Keamanan di sekitar gedung parlemen Honduras ditingkatkan
Buntut insiden serangan ini, personel polisi dan tentara Honduras sudah ditingkatkan di bagian dalam maupun luar gedung parlemen. Keputusan ini untuk mencegah serangan pelemparan bom atau adanya alat peledak di sekitar gedung parlemen.
Dilansir The Tico Times, insiden ini terjadi di tengah berlangsungnya demonstrasi dari pendukung partai penguasa, Libre Di luar gedung parlemen. Demonstran mengadakan aksi setelah Presiden Honduras, Xiomara Castro menolak hasil pilpres yang dimenangkan Asfura.
3. Asfura berhasil memenangkan pilpres Honduras
Pada akhir Desember, Dewan Pemilu Nasional (CNE) Honduras sudah menetapkan Asfura sebagai pemenang pilpres. Calon presiden yang memiliki darah Palestina tersebut memenangkan pilpres dengan perolehan suara sebesar 40,3 persen unggul dari pesaing terberatnya Salvador Nasralla yang meraup 39,5 persen suara.
Namun, pemimpin Parlemen Honduras yang berasal dari Partai Libre menolak hasil pilpres dan pemilu parlemen. Bahkan, mereka menganggap ada sebuah kudeta elektoral yang berfungsi menggulingkan pemerintahan sayap kiri, dilansir dari Fox News.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengucapkan selamat atas kemenangan Asfura di Honduras. Ia mengharapkan agar Asfura dapat bekerja sama dengan AS untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan di Benua Amerika.
















