Facebook.com/Europian Union
Pemerintah Uni Eropa, pada hari Senin (21/01) yang menerapkan sanksi ekonomi baru kepada Pemerintahan Bashar al Assad dianggap sebagai pemicu utama pencabutan visa khusus delegasi Uni Eropa. Ekspansi dan beberapa kejahatan kemanusiaan yang dilihat Uni Eropa melanggar kebijakan internasional menjadi alasan mengapa UE terus mencoba menerapkan sanksi terhadap Pemerintah Suriah.
Uni Eropa juga sudah memastikan bahwa kebijakannya terhadap Assad tidak akan pernah berubah sampai Assad mengakui kesalahannya. Namun, menurut beberapa diplomat Uni Eropa alasan sebenarnya adalah keinginan dan desakan Assad kepada Uni Eropa untuk membuka kembali kedutaannya di Suriah yang masih dihiraukan.
Uni Emirat Arab yang sudah membuka kedutaanya pada tanggal 27 Desember 2018 menjadi salah satu bukti bahwa Pemerintahan Suriah sudah berhasil mengembalikan kestabilan yang cukup di negaranya tetapi belum dapat menarik perhatian Uni Eropa kembali membuka gedung kedutaan mereka.