Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Israel Desak Uni Eropa Hentikan Pendanaan Organisasi Pemboikot

Israel Desak Uni Eropa Hentikan Pendanaan Organisasi Pemboikot
Aljazeera.com

Yerusalem, IDN TIMES -  Pemerintah Israel, pada hari Jumat (25/05/2018) menuduh Uni Eropa telah memberikan pendanaan terhadap non-governmental organizations (NGO) yang mempromosikan "pemboikotan anti-Israel", dan meminta dukungan tersebut untuk dihentikan secepatnya.

Tuduhan dan permintaan ini terangkum dalam sebuah dokumen setebal 40 lembar yang dikeluarkan langsung dari Kementerian Urusan Strategis dan Diplomatik Publik Israel, seperti yang dilansir dari Reuters

1. Dukungan Uni Eropa dianggap bertentangan dengan kebijakannya

Democratica
Democratica

Dikutip dari i24News, menurut Israel Uni Eropa melakukan pendanaan terhadap organisasi ataupun kelompok yang mempromosikan slogan boikot anti-Israel, dan hal itu dianggap bertentangan dengan kebijakan negara yang telah ditetapkan di Uni Eropa.

Pemerintah Israel pun juga meminta adanya transparansi daftar bantuan pendanaan Uni Eropa terhadap organisasi-organisasi lainnya, sehingga baik Uni Eropa dan Israel dapat langsung menanganinya dengan baik. Israel berharap Uni Eropa dapat mengimplementasikan kebijakan yang menolak pemboikotan dari organisasi anti-Israel dan melaksanakan de-legitimilasi organisasi tersebut.

2. Satu NGO Norwergia dan 2 organisasi Palestina penerima dana Uni Eropa terindikasi organisasi teroris

Arutz Sheva
Arutz Sheva

Kekhawatiran Pemerintah Israel terhadap organisasi yang menyuarakan Boycott, Divestment and Sanctions (BDS) ke Negara Israel, selalu membuat mereka menyelidiki bantuan pendanaan dari Uni Eropa dan Amerika Serikat kepada kelompok tertentu.

Setidaknya menurut laporan yang didapatkan Israel, pada tahun 2016 Uni Eropa menghibahkan 5 juta Euro untuk membantu organisasi Eropa dan Palestina yang mendukung kegiatan "anti-Israel". Selain itu, bantuan tersebut ternyata masuk kedalam kas organisasi yang telah dicap sebagai teroris oleh Uni Eropa, Israel, dan Amerika Serikat. Satu diantaranya adalah NGO Norwegia dan dua lainnya adalah organisasi Palestina.

NGO Norwegia itu sendiri, pada tahun 2016 menerima bantuan pendanaan sekitar 1.76 juta Euro dari Uni Eropa dan beberapa bantuan pengembangan dari USAID. Setelah terindikasi "teroris" organisasi ini mendapat denda dari AS sebesar $2 juta, dan sekarang ketiga negara (Uni Eropa, AS, dan Israel) mulai melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengantisipasi kesalahan seperti ini tidak terulang lagi kedepannya.

3. Delegasi Uni Eropa memastikan komunikasi lebih baik bersama Israel

EEAS
EEAS

Delegasi Uni Eropa untuk Israel menyatakan bahwa tidak pernah ada komunikasi antara Uni Eropa dan Pemerintah Israel mengenai masalah ini, tetapi mereka dengan senang hati mau melakukan pembicaraan lebih lanjut. Ia menegaskan, Uni Eropa akan sangat terbuka untuk peninjauan bersama Pemerintah Israel mengenai kemana saja bantuan pendanaan Uni Eropa yang dianggap mengkhawatirkan.

Dalam peraturannya, sudah tertera dengan jelas bantuan dana dari Uni Eropa akan mengalir sesuai dengan apa yang telah disetujui dalam kontrak, dan semua dana tersebut dipastikan bukan untuk mendukung teroris ataupun kegiatan BDS. Pemerintah Israel diminta untuk jangan khawatir mengenai masalah transparansi karena mulai saat ini kebijakan monitor dari Uni Eropa sudah dijalankan dengan sangat ketat, terutama masalah organisasi yang berhawa "teroris" maupun BDS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Latest in News

See More

Suasana WFH Perdana ASN Kemen PPPA: Kantor Sepi, Layanan Tetap Jalan

10 Apr 2026, 10:43 WIBNews