Larangan masuk ini berdampak langsung pada sekitar 7.200 pemegang visa asal Iran yang belum tiba di Australia. Meski demikian, pemerintah tetap memberikan pengecualian bagi pasangan dan anak-anak dari warga negara Australia, serta individu yang mendapat izin perjalanan khusus atas alasan kemanusiaan.
Kebijakan ketat ini menuai kecaman keras dari Wakil CEO Asylum Seeker Resource Centre, Jana Favero, yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk kegagalan moral.
"Ini merupakan pengkhianatan besar terhadap komunitas Iran dan sebuah kegagalan moral yang mengejutkan karena pemerintah menutup pintu rapat-rapat pada saat orang-orang sedang sangat membutuhkan keselamatan," ujar Favero, dilansir Channel News Asia.
Pembatasan ini juga membawa dampak sosial mendalam bagi lebih dari 85 ribu penduduk Australia kelahiran Iran yang tinggal di kota-kota besar seperti Sydney dan Melbourne. Mereka kini terhambat untuk berkumpul kembali dengan keluarga besar.
Kritik senada datang dari Senator David Shoebridge dari Partai Greens, yang menyebut pemerintah bertindak kejam dengan menutup akses bagi warga Iran yang sebenarnya telah memiliki visa sah untuk mencari keamanan di Australia.
Sumber
https://www.channelnewsasia.com/world/australia-bans-visitors-iran-war-iranian-passport-6017516
https://www.thehindu.com/news/international/iran-israel-war-west-asia-conflict-march-25-2026-highlights/article70782463.ece
https://english.news.cn/20260326/5026d1eb6daf46cebf499258a3bdfeab/c.html
https://visaenvoy.com/iranian-visa-holders-temporarily-barred-from-travelling-to-australia/
https://www.timesofisrael.com/liveblog_entry/australia-bans-visitors-from-iran-for-6-months-fearing-theyll-overstay-visas/