Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Australia Pertimbangkan Kirim Bantuan Militer ke Timur Tengah
bendera Australia (pexels.com/Hugo Heimendinger)
  • Pemerintah Australia mempertimbangkan pemberian bantuan militer ke negara-negara Timur Tengah terdampak serangan Iran, namun menegaskan tidak akan mengirim pasukan untuk terlibat langsung dalam konflik.
  • Menteri Luar Negeri Penny Wong menyoroti kegagalan Dewan Keamanan PBB mencegah perang dan menegaskan bahwa masa depan kepemimpinan Iran harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri.
  • Lebih dari 1.500 warga Australia telah dipulangkan dari UEA sejak konflik meningkat, sementara pemerintah terus memantau situasi penerbangan komersial di kawasan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Australia mengatakan sedang mempertimbangkan untuk memberikan bantuan militer kepada negara-negara Timur Tengah yang terdampak serangan balasan Iran. Namun, negara itu menegaskan tidak akan mengerahkan pasukannya dalam perang tersebut.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, Teheran membalas dengan menembakkan rudal dan drone ke Israel serta pangkalan militer dan fasilitas diplomatik AS di negara-negara tetangganya, termasuk Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Qatar.

“Banyak negara yang tidak terlibat telah diserang oleh Iran melalui aksi ini. Sebagai konsekuensinya, wajar jika kami diminta memberikan bantuan, dan kami akan menanganinya dengan seksama," kata Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, kepada ABC pada Minggu (8/3/2026).

1. Dewan Keamanan PBB dinilai gagal mencegah perang di Timur Tengah

Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong (Video was shot for ANU TV by Staff Sgt. Katherine Spessa and published at https://www.youtube.com/watch?v=z-EYqJIyuJE under License Creative Commons Attribution license (reuse allowed), CC BY-SA 3.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0>, via Wikimedia Commons)

Wong mengatakan bantuan militer Australia dapat membantu memberikan perlindungan terhadap serangan drone dan rudal Iran. Ia tidak memberikan rincian mengenai jenis bantuan militer yang tengah dipertimbangkan, tetapi mengatakan bahwa pemerintah akan bersikap transparan jika menerima permintaan tersebut.

Menteri itu juga menegaskan bahwa pemerintah Australia tidak akan ikut serta dalam tindakan ofensif terhadap Iran.

“Ini bukan Irak, dan kami bukan pemerintahan (mantan Perdana Menteri Australia, John) Howard. Kami tidak meminta warga Australia untuk menerima penugasan pria dan wanita Australia dalam perang darat. Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas dasar dari keputusan ini dan dasar keterlibatan kami,” ujarnya.

Wong juga menyoroti kegagalan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam mencegah perang. Menurutnya, konflik ini tidak akan terjadi jika dewan tersebut menuntut pertanggungjawaban Iran terkait program nuklirnya.

2. Wong sebut pemimpin Iran harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri

protes solidaritas terhadap Iran (Matt Hrkac from Geelong / Melbourne, Australia, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump, menyarankan agar Washington ikut terlibat dalam pemilihan pemimpin Iran berikutnya usai tewasnya Khamenei. Namun, Wong menilai bahwa pemimpin masa depan Iran harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri, bukan pihak lain.

"Masa depan Iran dan sistem pemerintahannya adalah keputusan yang harus ditentukan oleh rakyat Iran sendiri. Itu bukan hanya soal nilai, tetapi juga pertimbangan pragmatis," kata Wong.

Menurutnya, pergantian rezim tanpa dukungan masyarakat tidak akan berhasil.

3. Lebih dari 1.500 warga Australia telah pulang ke tanah air melalui penerbangan dari UEA

ilustrasi pesawat (unsplash.com/Andrew Palmer)

Lebih dari 1.500 warga Australia telah tiba di tanah air melalui penerbangan dari UEA sejak penerbangan internasional kembali beroperasi. Sekitar 115 ribu warga Australia berada di Timur Tengah ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Wakil Menteri Luar Negeri, Matt Thistlethwaite, mengatakan bahwa penerbangan komersial masih menjadi cara terbaik bagi warga Australia untuk meninggalkan Timur Tengah. Namun, ia mengakui bahwa biaya beberapa penerbangan bisa bisa menjadi faktor yang membuat orang sulit kembali.

“Kami melihat bahwa beberapa penerbangan tersebut tidak penuh, dan kami juga memperhatikan harga tiketnya,” ujarnya kepada Sky News.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team