Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Minyak Dunia Tembus Rp1,86 Juta per Barel Akibat Konflik Timur Tengah

Harga Minyak Dunia Tembus Rp1,86 Juta per Barel Akibat Konflik Timur Tengah
Ilustrasi harga minyak naik (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya Sih
  • Harga minyak dunia melonjak menembus 110 dolar AS per barel akibat eskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran yang mengancam jalur energi di Selat Hormuz.
  • Analis memperkirakan harga bisa mencapai 150 dolar AS jika penutupan Selat Hormuz berlanjut, memicu kekhawatiran terhadap biaya energi global.
  • Serangan udara ke depot minyak Iran memperburuk ketegangan politik dan mengganggu pasokan energi, menekan pasar serta konsumen di kawasan Asia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Harga minyak dunia melampaui 110 dolar AS atau setara Rp1,86 juta per barel. Kondisi tersebut dipicu eskalasi perang antara AS-Israel melawan Iran yang mengancam kelancaran pengiriman energi di Selat Hormuz.

Pada perdagangan Senin pagi (9/3/2026) di Asia, sebagaimana dilansir BBC, Brent crude tercatat naik hampir 24 persen ke level 114,74 dolar AS, sementara Nymex light sweet melonjak lebih dari 26 persen menjadi 114,78 dolar AS.

1. Harga minyak melonjak 10 persen dalam semenit

Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)

Meski sebelumnya analis memprediksi harga minyak baru akan menyentuh 100 dolar AS (Rp1,69 juta) pada pekan ini, realitanya harga justru melambung 10 persen hanya dalam satu menit di awal perdagangan Asia.

Kepanikan pasar dipicu oleh eskalasi konflik pada akhir pekan serta kerusakan infrastruktur energi di Iran dan kawasan Teluk. Padahal, pekan lalu pasar cenderung tenang meski ada risiko tertahannya jutaan barel minyak mentah dan gas alam cair (LNG) di Selat Hormuz.

2. Analis prediksi harga bisa tembus Rp2,54 juta per barel

Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)

Analis memperkirakan harga minyak berpotensi mencetak rekor baru di atas 150 dolar AS atau senilai Rp2,54 juta per barel jika penutupan Selat Hormuz berlanjut hingga akhir Maret 2026. Adnan Mazarei dari Peterson Institute menilai lonjakan tersebut terjadi karena penghentian produksi di negara-negara Teluk dan tanda-tanda konflik yang berkepanjangan.

Mazarei menyebutkan janji perlindungan dari AS kini dinilai semakin tidak realistis. Selain bahan bakar, kenaikan tersebut diprediksi bakal mengerek biaya bahan bakar jet hingga bahan baku pupuk.

"Orang-orang mulai menyadari, ini tidak akan berakhir cepat," ujarnya.

3. Serangan udara hantam depot minyak Iran

ilustrasi sumur minyak mentah (freepik.com)
ilustrasi sumur minyak mentah (freepik.com)

Kondisi politik di Iran memanas setelah Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi menggantikan ayahnya, yang menandakan kendali kelompok garis keras tetap kuat. Di sisi lain, AS dan Israel terus melancarkan serangan udara yang menyasar berbagai wilayah di Iran, termasuk depot minyak.

Gangguan pasokan energi dari kawasan Teluk dikhawatirkan akan membebani konsumen dan pelaku bisnis secara global, mengingat wilayah Asia merupakan konsumen utama fisik energi dari kawasan tersebut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Business

See More