Jakarta, IDN Times - Pemerintah Azerbaijan menolak memberi donasi 7 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp118,3 triliun untuk membangun kembali Gaza. Pernyataan itu disampaikan oleh Penasihat Presiden Azerbaijan, Hikmet Hajiyev, usai menghadiri pertemuan Dewan Perdamaian (BoP) Gaza di Washington DC, AS, pada Kamis (19/2/2026).
Meski begitu, Hajiyev menegaskan, Azerbaijan tetap akan mempertimbangkan investasi di Gaza pada masa yang akan datang. Ini merupakan salah satu komitmen Azerbaijan sebagai salah satu negara founding member BoP untuk mendukung pembangunan kembali Gaza yang hancur karena diserang Israel. Hanya saja, investasi tidak akan dilakukan dalam waktu dekat ini.
“Namun, saya ingin mengklarifikasi satu poin. Azerbaijan tidak berencana untuk berpartisipasi dalam inisiatif keuangan senilai 7 miliar dolar AS (Rp118,3 triliun) terkait Gaza yang diumumkan selama pertemuan Dewan Perdamaian Gaza di Washington,” tulis Hajiyev lewat unggahan di X, seperti dilansir Anadolu Agency.
