Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi badai
Ilustrasi badai (pexels.com/Connor McManus)

Intinya sih...

  • Lebih dari 30 ribu bangunan kehilangan listrik imbas badai.

  • Warga setempat menyebut badai yang terjadi sangat parah.

  • Badai juga terjadi pada Januari lalu.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badai hebat dilaporkan menerjang Selandia Baru selama beberapa hari terakhir. Badai tersebut menyebabkan angin kencang, hujan lebat, dan banjir di berbagai wilayah di pulau bagian utara di Selandia Baru. Banjir itu menewaskan seorang pria pada Sabtu (14/2/2026). Ia dilaporkan tewas karena terjebak di dalam mobilnya yang terendam banjir.

Menurut laporan media setempat, badai yang terjadi saat ini membawa angin berkecepatan 193 kilometer per jam. Kencangnya hembusan angin membuat banyak pohon tumbang hingga menghalangi jalan.  

Imbas badai ini, jadwal perjalanan kereta, jadwal penerbangan, dan jadwal pemberangkatan kapal penumpang terpaksa ditunda bahkan dibatalkan. Selain itu, badai ini juga menyebabkan penutupan beberapa ruas jalan raya pada Senin (16/2/2026). 

1. Ada lebih dari 30 ribu bangunan kehilangan listrik imbas badai

ilustrasi pasokan listrik (pexels.com/Pixabay)

Salah satu penutupan jalan raya terjadi di Distrik Rangitikei. Di sana, jalan terpaksa ditutup karena tanah longsor. Tanah longsor tersebut membuat sekitar 20 mobil terjebak di jalan hingga sama sekali tidak bisa bergerak.

Menurut otoritas setempat, lebih dari 30 ribu bangunan, termasuk rumah warga, saat ini kehilangan pasokan listrik imbas badai yang melanda. Dari jumlah tersebut, 10 ribu bangunan di antaranya berada di Ibu Kota Wellington.

Saat ini, beberapa sekolah juga terpaksa diliburkan. Sebab, kegiatan belajar mengajar masih belum mungkin digelar karena efek badai masih terasa.  

2. Warga setempat menyebut badai yang terjadi sangat parah

ilustrasi badai (pexels.com/Soly Moses)

Menurut warga setempat, badai yang terjadi di Selandia Baru saat ini sangat parah. Bahkan, mereka mengaku belum pernah melihat badai separah itu di negaranya.

"Cuacanya benar-benar mengerikan. Aku belum pernah melihat pohon-pohon besar tertiup angin separah ini. Ini sangat buruk. Aku belum pernah melihat (fenomena) seperti ini," kata seorang warga bernama Marilyn Bulford, seperti dilansir CNA.

Petugas tanggap darurat yang bertugas di lapangan juga mengeluhkan hal serupa. Para petugas mengaku badai yang sedang terjadi sampai membuat mereka kewalahan karena banyaknya panggilan darurat yang masuk. 

"Kami mengalami malam yang sangat sibuk. Petugas pemadam kebakaran kami terus menanggapi panggilan," ujar seorang petugas layanan darurat bernama Ken Cooper.

3. Badai juga terjadi pada Januari lalu

ilustrasi badai (pexels.com/Ralph W. lambrecht)

Biro Cuaca Selandia Baru menjelaskan bahwa badai masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, badan tersebut mengingatkan seluruh warga di Selandia Baru utara untuk tetap waspada.

Mereka juga mengingatkan warga untuk tetap di rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Sebab, kondisi di luar rumah masih cukup berbahaya.

Sebelum ini, Selandia Baru juga sudah diterjang badai yang cukup parah pada Januari 2026 lalu. Badai tersebut menyebabkan tanah longsor yang menimpa orang-orang yang sedang berlibur di lokasi wisata Mount Maunganui. Enam orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team