Jakarta, IDN Times - Bahrain memanggil utusan Irak pada Senin (13/4/2026), untuk memprotes serangan drone yang diklaim diluncurkan dari negara tersebut ke arah Bahrain dan negara-negara Teluk lainnya. Langkah serupa juga telah diambil oleh Arab Saudi sehari sebelumnya.
"Bahrain menyampaikan kecaman keras dan penolakan terhadap serangan berkelanjutan oleh drone yang diluncurkan dari wilayah Irak terhadap Kerajaan dan beberapa negara Dewan Kerja Sama Teluk lainnya,” kata Kementerian Luar Negeri Bahrain dalam pernyataannya, yang dilaporkan oleh kantor berita resmi BNA.
Kementerian menambahkan bahwa Direktur Jenderal Hubungan Bilateral, Sheikh Abdullah bin Ali Al Khalifa, telah menyerahkan nota protes resmi kepada Kuasa Usaha Kedutaan Besar Irak di Manama, Ahmed Ismail Al Karawi. Pesan diplomatik itu mendesak Baghdad untuk mengatasi ancaman dan serangan tersebut secara mendesak dan bertanggung jawab, dilansir dari The New Arab.
