Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

PM Spanyol Sebut Konflik Iran Lebih Buruk dari Perang Irak

PM Spanyol Sebut Konflik Iran Lebih Buruk dari Perang Irak
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez. (Presidencia de la República del Ecuador, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • PM Spanyol Pedro Sanchez menolak serangan ke Iran dan menyebut perang tersebut sebagai kesalahan besar yang lebih buruk dari invasi Irak 2003.
  • Pemerintah Spanyol menyetujui paket bantuan Rp97,68 triliun untuk meredam dampak ekonomi perang Iran, termasuk subsidi BBM dan pemotongan pajak energi.
  • Badan Statistik Nasional mencatat inflasi Spanyol naik menjadi 3,3 persen pada Maret 2025 akibat lonjakan harga energi imbas konflik di Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Spanyol, Pedro Sanchez mengatakan bahwa Spanyol sudah menolak serangan ke Iran. Bahkan sebelum Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menginstruksikan serangan ke Teheran. 

“Menurut pandangan saya, perang di Iran adalah kesalahan besar untuk dunia dan untuk AS. Keputusan ini hanya didorong oleh sifat impulsif dan Spanyol menyatakan penolakan serangan tersebut,” tuturnya, dikutip dari EFE, Sabtu (28/3/2026).

Sebelumnya, Spanyol sudah menolak penggunaan pangkalan militernya untuk operasi militer AS di Iran. Penolakan ini menimbulkan ketegangan antara Spanyol dan AS. 

1. Perang di Iran berbeda dengan perang di Irak

Sanchez memperingatkan bahwa Perang Iran memiliki skenario yang lebih buruk dibandingkan invasi Irak pada 2003. Menurutnya, perang di Iran ini lebih buruk dan berdampak besar. 

“Ini bukan skenario yang sama dengan perang ilegal di Irak. Kami menghadapi sesuatu yang jauh lebih buruk. Jauh lebih buruk. Dengan dampak yang lebih buruk, lebih luas, dan lebih dalam,” ujarnya, dikutip dari Euronews.

Pemimpin sayap kiri itu menyebut invasi di Irak terbukti gagal mencapai tujuan dan justru berdampak pada warga biasa. Dampak buruknya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kebutuhan pokok, dan krisis migrasi, serta serangan jihadis di Eropa. 

2. Spanyol setujui paket Rp97,68 triliun untuk atasi dampak perang di Iran

Pada saat yang sama, Parlemen Spanyol menyetujui paket sebesar 5 juta euro (Rp97,68 triliun) untuk mengatasi dampak dari perang Iran. Paket kebijakan ini termasuk memotong pajak energi.

“Kebijakan ini didesain untuk melindungi sektor produktif dan masyarakat rentan di Spanyol imbas kenaikan harga energi,” papar Sanchez. 

Selain itu, Spanyol akan memberikan subsidi langsung sebesar 0,2 euro (Rp3.900) per liter BBM untuk operator transportasi, petani, peternak, dan nelayan. Serta akan ada penurunan pajak listrik. 

3. Inflasi di Spanyol naik jadi 3,3 persen imbas perang di Iran

Badan Statistik Nasional Spanyol (INE) menyebut bahwa harga konsumen naik signifikan dibanding 2024. Bahkan, inflasi di Spanyol sudah menembus 3,3 persen pada Maret 2025 akibat pecahnya konflik di Iran. 

Lonjakan inflasi ini didorong oleh kenaikan harga BBM dan pelumas untuk kendaraan pribadi. Angka ini menunjukkan akhir dari tren disinflasi di Spanyol dan terdapat ketidakstabilan pasar energi global imbas konflik di Iran. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More