Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Balas Serangan AS, Iran Gempur Tiga Negara Timur Tengah
Angkatan bersenjata Iran melakukan serangan menggunakan rudal. (http://fna.ir/ezj0uh via commons.wikimedia.org/Medhi Marizad)
  • Iran meluncurkan rudal dan drone ke Kuwait, Bahrain, serta Yordania sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat yang terjadi sehari sebelumnya.
  • Pemerintah Iran membantah tuduhan AS terkait jatuhnya helikopter Apache di Selat Hormuz dan memperingatkan agar Washington tidak mencari alasan untuk menyerang.
  • Iran juga terlibat aksi saling serang dengan Israel, sementara Presiden AS Donald Trump menyerukan penghentian serangan demi menjaga proses gencatan senjata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Iran dikabarkan meluncurkan serangan udara ke tiga negara Timur Tengah, yakni Kuwait, Bahrain, dan Yordania, Rabu (10/6/2026) pagi waktu setempat. Serangan itu membuat sirine bahaya meraung keras di ketiga negara tersebut. Semua warga langsung diminta waspada. 

Berdasarkan keterangan Pemerintah Kuwait, Bahrain, dan Yordania, Iran meluncurkan serangan menggunakan empat rudal balistik dan sejumlah pesawat nirawak (drone). Rudal dan drone itu menyasar pangkalan militer Amerika Serikat yang ada di wilayah mereka. 

1. Serangan merupakan balasan untuk AS

ilustrasi serangan (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Serangan yang dilakukan Iran ke tiga negara Timur Tengah tadi merupakan balasan atas serangan AS pada Selasa (9/6/2026) malam waktu setempat. Kala itu, Negeri Paman Sam menyerang Iran sebagai balasan atas jatuhnya helikopter AH-64 Apache milik militer AS. Dalam pernyataannya, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan Iran menjadi dalang utama atas jatuhnya helikopter Apache. Menurut Trump, Iran sengaja menembak jatuh helikopter itu sebagai upaya pertahanan diri dari serangan AS.  

“Saya baru saja mendapat informasi dari militer hebat kita bahwa tadi malam, Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache kita yang sangat canggih saat berpatroli di atas Selat Hormuz. Ada dua pilot yang terlibat. Keduanya selamat dan tidak terluka. Meskipun demikian, Amerika Serikat harus, tentu saja, menanggapi serangan ini. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!” tulis Trump di Truth Social.

2. Iran membantah tuduhan AS atas jatuhnya helikopter Apache

potret helikopter AH-64 Apache milik militer Amerika Serikat (commons.wikimedia.org/U.S. Army)

Tuduhan Trump tadi lantas dibantah Iran. Wakil Menteri Luar Negeri Iran yang tidak disebut namanya mengatakan, negaranya sama sekali tidak menyerang helikopter AS yang sedang terbang di Selat Hormuz. Bantahan itu diperkuat oleh keterangan angkatan bersenjata Iran. Mereka mengatakan, tidak ada operasi militer yang dilakukan di sekitar Selat Hormuz saat helikopter AS jatuh. 

Dalam pernyataannya kepada Iran International, militer Iran mengultimatum AS untuk jangan mengambinghitamkan mereka atas jatuhnya helikopter Apache. Sebab, tuduhan itu berpotensi memperkeruh situasi di Timur Tengah. Militer Iran juga mewanti-wanti AS untuk jangan melakukan serangan dengan dalih balasan atas jatuhnya helikopter tersebut. Namun, Trump mengabaikan ultimatum Iran. Oleh karena itu, ia langsung meminta pasukan AS untuk melakukan serangan balasan ke Iran. 

3. Iran juga terlibat aksi saling serang dengan Israel

potret bendera Israel (pexels.com/David Rado)

Selain dengan AS, pada Senin (8/6/2026) lalu, Iran juga terlibat serangan dengan Israel. Serangan itu merupakan balasan Israel atas serangan Iran sehari sebelumnya, Minggu (7/6/2026). Kala itu, Iran menghujani wilayah Israel utara dengan rudal sebagai balasan atas serangan terhadap Lebanon. Iran tidak ingin Israel terus menyerang Lebanon karena sudah ada gencatan senjata.

Aksi saling serang antara Iran dan Israel ini mendapat respons dari Trump. Ia meminta kedua negara berhenti melakukan serangan. Sebab, aksi tersebut bisa mengganggu proses gencatan senjata antara Iran, AS, dan Israel yang kini masih berlangsung. “Israel dan Iran harus segera menghentikan serangan. Kedua belah pihak, Israel dan Iran, ingin segera melakukan gencatan senjata!" tulis Trump di Truth Social dikutip The Hill.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article