Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

AS-Ukraina Bakal Kerja Sama Bangun Pabrik Drone Militer Canggih

AS-Ukraina Bakal Kerja Sama Bangun Pabrik Drone Militer Canggih
potret Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy (kiri) dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kanan) (commons.wikimedia.org/The Presidential Office of Ukraine)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) dan Ukraina akan melakukan kerja sama untuk membangun pabrik drone militer berteknologi canggih. Rencana tersebut disampaikan oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dalam sebuah wawancara yang dirilis pada Jumat (24/7/2026). Ia mengatakan, pabrik drone itu akan dibangun di wilayah AS.

“Teknologi sangatlah penting. Inilah yang kita miliki. Amerika (Serikat) memiliki teknologi (yang) hebat. Kerja sama drone kita saling menguntungkan. Kita akan membangun pabrik besar di Amerika Serikat. Kita ingin memiliki jalur produksi,” kata Zelensky, seperti dikutip The Hill pada Sabtu (25/7/2026). 

1. AS dan Ukraina berkomitmen tingkatkan kerja sama militer

Konvoi mobil pasukan militer Amerika Serikat.
potret pasukan militer Amerika Serikat (pexels.com/Ivan Hassib)

Zelenskyy menambahkan, kerja sama pembangunan pabrik drone antara AS dan Ukraina ini merupakan komitmen kedua negara untuk meningkatkan kerja sama militer. Kerja sama ini akan bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan militer Washington dan Kyiv. Apalagi, Ukraina kini juga sedang gencar memperbarui sistem drone-nya agar makin bisa diandalkan untuk melawan Rusia. 

Menurut Zelenskyy, teknologi drone milik pasukan militer Ukraina kini terus berbenah. Sebab, para insinyur pertahanan Ukraina sedang gencar melakukan inovasi agar drone mereka bisa menyasar target dengan jarak yang lebih jauh. 

Zelenskyy mengatakan, Ukraina saat ini punya drone yang bisa menyasar target sejauh lebih dari 1.800 mil atau lebih dari 4,5 kilometer. Untuk itu, ia mengatakan, kerja sama pembangunan pabrik drone dengan AS sangat berguna untuk memperbarui teknologi drone Ukraina agar bisa menyasar target serangan yang lebih jauh.

2. Zelenskyy akan bertemu Donald Trump untuk membicarakan pabrik drone

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berkunjung di Florida pada 8 September 2020.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berkunjung di Florida pada 8 September 2020. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Gedung Putih menjelaskan, Zelenskyy akan berkunjung ke AS untuk bertemu Presiden Donald Trump pada Selasa (28/7/2026) mendatang. Pertemuan itu dimaksudkan untuk membicarakan lebih lanjut mekanisme kerja pembangunan pabrik drone antara AS dan Ukraina. Sebab, detail kerja sama tersebut kini belum difinalisasi.

Selain bertemu dengan Trump, kedatangan Zelenskyy ke AS juga bertujuan untuk menghadiri prosesi pemakaman Senator AS asal Carolina Selatan, Lindsey Graham. Graham meninggal dunia karena robekan di pembuluh darah Aorta jantung pada 11 Juli lalu. Posisinya kini sudah digantikan oleh sang adik, Darline Graham. Dilansir The Guardian, ia resmi dilantik menjadi Senator AS pada 14 Juli.

3. Ukraina sudah menjalin kerja sama militer dengan AS sejak lama

Bendera Amerika Serikat dan Ukraina sedang berkibar.
potret bendera Amerika Serikat dan Ukraina (unsplash.com/Mykyta Kondratov)

Ukraina sendiri sebetulnya sudah menjalin kerja sama militer dengan AS sejak lama. Namun, kerja sama militer dengan AS kian erat sejak Ukraina berperang dengan Rusia pada Februari 2022 silam. Sejak saat itu, Ukraina dan AS mulai saling bertukar teknologi drone canggih. 

Berdasarkan laporan Reuters, pada awal pekan lalu, enam perusahaan militer Ukraina mengekspor sekitar 100 drone ke AS. Semua drone tersebut akan digunakan oleh AS untuk memuluskan program Drone Dominance. Dilansir laman resmi Kementerian Pertahanan AS, program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan kapabilitas drone milik pasukan militer Negeri Paman Sam.

Kerja sama pertahanan antara AS dan Ukraina ini sebetulnya sudah dikecam oleh Rusia. Rusia menganggap kerja sama militer antara AS dan Ukraina sebagai ancaman. Sebab, Moskow tidak suka ada negara yang membantu Kyiv berperang melawan pasukan mereka. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More